ALAT MONITORING DAYA LISTRIK BERBASIS RASPBERRY PI PICO
ALAT
MONITORING DAYA LISTRIK BERBASIS RASPBERRY PI PICO
Andra
Akhmat Maulana1, Hasbullah Mahmud Rusdiardi2, Naufal Rehan Dwi Sakho3, Shafriel Afido Indratma4
Jurusan Teknik Elektro, Prodi Teknologi Rekayasa
Elektronika, Politeknik Negeri Semarang
Jl.
Prof. Soedarto, Tembalang, Kec, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50275
1andra.43423106@mhs.polines.ac.id
2hasbullah.43423112@mhs.polines.ac.id
3naufal.43423118@mhs.polines.ac.id
4shafriel.43423124@mhs.polines.ac.id
INTISARI
– Peningkatan konsumsi daya listrik di berbagai sektor menuntut adanya sistem
pemantauan tegangan, arus, dan daya secara waktu nyata guna menjaga efisiensi
energi. Untuk meminimalkan celah kesalahan pembacaan, diperlukan perangkat
pemantauan yang responsif, akurat, dan hemat daya. Artikel ini membahas
pengembangan prototipe alat monitoring daya listrik menggunakan mikrokontroler
Raspberry Pi Pico (RP2040). Sistem ini mengintegrasikan sensor tegangan AC
ZMPT101B untuk membaca nilai tegangan hingga 250V AC secara aman dan sensor
arus ACS712 untuk mengukur arus listrik bolak-balik. Melalui visualisasi layar
OLED 0.96 inci, sistem berhasil memetakan parameter daya nyata secara langsung.
Hasil pengujian menunjukkan logika sistem mampu bekerja secara real-time,
termasuk menyaring fluktuasi noise menggunakan algoritma perataan nilai
(moving average) berbasis buffer riwayat data.
Kata
Kunci: ACS712, Monitoring Daya, Moving Average, Raspberry Pi
Pico, OLED Display ZMPT101B
I.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam
era modernisasi dan digitalisasi, konsumsi energi listrik di berbagai sektor, baik
domestik, komersial, maupun industri terus mengalami peningkatan yang
signifikan. Kondisi ini menuntut adanya sistem manajemen energi yang lebih
cerdas dan efisien untuk menghindari pemborosan serta mendeteksi anomali pada
beban listrik. Penilaian efisiensi ini hanya dapat dilakukan jika karakteristik
parameter daya seperti tegangan, arus, dan daya nyata dapat dipantau secara
langsung (real-time). Pemantauan konvensional yang bersifat manual
sering kali tidak praktis dan tidak mampu memberikan data fluktuasi daya yang
presisi.
Seiring
berkembangnya teknologi sistem tertanam (embedded system), solusi pemantauan
berbasis IoT (Internet of Things) dan otomasi instrumen menjadi sangat
relevan. Sistem monitoring otonom mampu mengoptimalkan efisiensi energi dengan
cara membaca parameter listrik dari beban secara kontinu, kemudian
memvisualisasikannya ke media antarmuka lokal agar konsumsi daya dapat
dikontrol secara instan.
Penggunaan
mikrokontroler Raspberry Pi Pico berbasis chip RP2040 sebagai pusat pengendali
memungkinkan sistem ini bekerja andal dengan performa tinggi namun tetap mempertahankan
konsumsi daya yang sangat rendah (low-power). Sensor ZMPT101B digunakan
untuk membaca tegangan AC hingga 250V secara aman melalui isolasi
transformator, sedangkan sensor ACS712 bertugas memantau arus listrik berbasis
efek Hall. Proyek ini diuji menggunakan beban berupa kipas angin AC untuk
menguji performa, akurasi, dan stabilitas sistem dalam mengukur karakteristik
daya secara langsung.
B. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
merancang sistem monitoring daya listrik AC berbasis Raspberry Pi Pico yang
mampu mengukur nilai tegangan, arus, dan daya secara akurat?
2. Bagaimana
sistem dapat mengolah sinyal analog dari sensor untuk menghasilkan pembacaan
nilai Root Mean Square (RMS) yang stabil?
3. Bagaimana
menampilkan visualisasi data parameter listrik tersebut secara real-time
melalui antarmuka layar OLED 0.96 inci?
C. Tujuan
1. Merancang
dan mengimplementasikan alat monitoring daya listrik otonom dengan memanfaatkan
mikrokontroler Raspberry Pi Pico sebagai pusat pemroses data.
2. Mengukur
nilai tegangan AC, arus, dan daya nyata secara langsung dan presisi saat beban
(kipas AC) beroperasi.
3. Memvisualisasikan
hasil pembacaan parameter daya secara lokal melalui media antarmuka layar OLED
berukuran 0.96 inci (128 x 64 pixel).
II.
METODOLOGI
A. Studi
Literatur: Mengumpulkan informasi ilmiah dari berbagai jurnal
terkait instrumen monitoring daya, kalkulasi nilai RMS, arsitektur
mikrokontroler Raspberry Pi Pico, sensor ZMPT101B, dan sensor ACS712.
B. Perancangan
Sistem: Merancang blok diagram aliran data yang mencakup unit
sensor input (ZMPT101B dan ACS712), unit pemroses (Raspberry Pi Pico), serta
unit output (OLED Display 0.96").
C. Pembuatan
Perangkat Keras: Memilih komponen elektronik yang sesuai
dan merakit interkoneksi pin antara sensor, mikrokontroler, dan layar display
pada papan percobaan sesuai diagram pengawatan.
D. Pemrograman
Mikrokontroler: Menulis kode program utama menggunakan
bahasa MicroPython untuk mengimplementasikan pengambilan sampel cepat
analog-to-digital (ADC) dan formula matematis RMS.
E. Pengujian
dan Kalibrasi: Melakukan pengujian sistem dengan beban
kipas AC, serta mengkalibrasi nilai faktor pengali tegangan dan sensitivitas
sensor arus.
F. Evaluasi
dan Penyempurnaan: Menganalisis akurasi pembacaan
menggunakan algoritma Moving Average dengan filter buffer 10 data terakhir
untuk menekan noise frekuensi tinggi.
G. Dokumentasi
dan Laporan: Mendokumentasikan seluruh skema
rangkaian, flowchart algoritma, kode program, serta menyusun laporan akhir
hasil praktikum kelompok.
III.
KAJIAN PUSTAKA
A. Komponen
1. Raspberry
Pi Pico

Gambar 3.1 Mikrokontroller ATmega8535
Raspberry Pi Pico adalah
papan mikrokontroler otonom performa tinggi berbasis chip silikon RP2040 yang
mengintegrasikan prosesor Dual-core ARM Cortex-M0+. Berbeda dengan Raspberry Pi
reguler yang bertindak sebagai komputer mini dengan sistem operasi, Pico
mengeksekusi satu program secara instan (bare-metal) menggunakan bahasa
C/C++ atau MicroPython. Perangkat ini memiliki keunggulan berupa harga yang
sangat murah, konsumsi energi yang rendah, serta dukungan pin ADC (Analog to
Digital Converter) berkecepatan tinggi yang ideal untuk memproses sinyal
sensor listrik AC.
2. Sensor
Tegangan AC ZMPT101B

Gambar 3.2 Sensor ZMPT101B
Sensor ZMPT101B adalah
transformator tegangan mikro presisi tinggi yang berfungsi untuk mengukur
tegangan AC bertegangan tinggi (hingga 250V AC) secara aman. Sensor ini bekerja
dengan prinsip isolasi galvanik, di mana tegangan input AC diturunkan skalanya
menjadi sinyal analog bertegangan rendah yang linear (0-3.3V) sehingga siap diproses
oleh pin ADC mikrokontroler tanpa risiko merusak cip digital.
3. Sensor
Arus ACS712

Gambar 3.3 Sensor ACS712
Sensor ACS712 merupakan
modul pengukur arus listrik AC maupun DC yang bekerja berdasarkan prinsip Efek
Hall (Hall-Effect). Ketika arus listrik dari beban mengalir melalui
jalur tembaga internal IC, sensor mendeteksi medan magnet yang timbul dan
mengonversinya menjadi tegangan analog output yang linear dan proporsional
terhadap besar arus. Sensor ini memiliki resistansi internal yang sangat
rendah, sehingga meminimalkan rugi-rugi daya (power loss) pada alat
ukur.
4. OLED
Display 0.96" (SSD1306)

Gambar 3.4 OLED Display 0.96" (SSD1306)
Layar OLED (Organic
Light-Emitting Diode) berukuran 0.96 inci dengan resolusi 128x64 piksel ini
digunakan sebagai unit keluaran visual. Memanfaatkan bus antarmuka komunikasi
I2C yang ringkas (hanya membutuhkan pin SDA dan SCL), layar ini bertugas
menampilkan nilai Voltage (V), Current (A), dan Power (VA)
secara aktual langsung di perangkat tanpa bergantung pada komputer penampil.
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Prinsip
Kerja
1. Pembacaan
Parameter Daya AC: Sensor ZMPT101B membaca gelombang
sinusoida perubahan tegangan AC jala-jala lewat pin ADC27, sementara sensor
arus ACS712 mendeteksi nilai aliran arus dari beban secara kontinu melalui pin
ADC26 berkecepatan tinggi selama durasi 100 milidetik.
2. Kalkulasi
RMS dan Pemrosesan Kontrol: Raspberry Pi Pico mengonversi sinyal
analog sensor, membuang bias DC bias melalui kalkulasi dynamic offset,
lalu menghitung nilai kuadrat rata-rata menggunakan fungsi matematika akar
kuadrat untuk menghasilkan nilai Root Mean Square (RMS) murni yang
presisi di memori flash.
3. Fungsi
Threshold dan Moving Average (Penyaringan): Jika nilai arus
RMS mendeteksi kondisi di bawah batas kritis (0.03 A), sistem secara otomatis
mengunci status ke angka nol untuk memotong noise. Alarm visual dan data
pembacaan kemudian disaring menggunakan algoritma buffer 10 data terakhir agar
angka yang ditampilkan pada layar OLED 0.96" serta serial monitor tidak
mati secara prematur atau fluktuatif akibat derau sensor.
B. Diagram
Blok

C. Diagram
Alir

D. Rangkaian
Skematik

E. Program


V.
KESIMPULAN
Sistem monitoring daya
listrik AC berbasis mikrokontroler Raspberry Pi Pico menggunakan kombinasi
sensor parameter ganda (ZMPT101B dan ACS712) telah berhasil dikembangkan untuk
memantau karakteristik beban secara real-time. Perangkat ini mampu mengukur
parameter kelistrikan berupa tegangan, arus, serta menghitung daya semu secara
otonom. Implementasi algoritma sampling cepat RMS dan sistem filter Moving
Average terbukti sukses mereduksi fluktuasi noise pembacaan sensor
analog, sehingga visualisasi data lokal pada layar OLED menyajikan informasi
yang stabil, andal, dan hemat energi.
VI.
Link PPT
https://www.canva.com/design/DAHMnhRq0X8/zL6MZjE2KYmqrQgrLrveMQ/edit?ui=eyJBIjp7fX0
VII.
Referensi
Nusa, T., Sompie, S. R.,
& Rumbayan, M. (2015). Sistem Monitoring Konsumsi Energi Listrik Secara
Real Time Berbasis Mikrokontroler.
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/view/9974
VIII. Link
YouTube
Komentar
Posting Komentar