Celengan Digital dengan Raspberry Pi Pico

 CELENGAN DIGITAL

DENGAN RASPBERRY PI PICO

Jurusan Teknik Elektro, Prodi Teknologi Rekayasa Elektronika, Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50275
1benaya.43423004@mhs.polines.ac.id, 2hafizh.43423010@mhs.polines.ac.id, 3nasfa.43423016@mhs.polines.ac.id,  4syeifa.43423023@mhs.polines.ac.id

Abstrak

Menabung merupakan kebiasaan penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Namun, metode menabung konvensional menggunakan celengan tradisional seringkali kurang interaktif dan tidak memberikan informasi mengenai jumlah tabungan yang telah terkumpul secara pasti. Oleh karena itu, proyek ini merancang dan mengimplementasikan sebuah prototipe "Celengan Digital" berbasis mikrokontroler Raspberry Pi Pico. Sistem ini dirancang untuk mengatasi kelemahan celengan konvensional dengan menghadirkan pencatatan tabungan digital yang dikombinasikan dengan sistem keamanan fisik. Pengguna dapat secara mandiri menginput nominal uang yang dimasukkan melalui Keypad Matrix 4x4, dan total akumulasi tabungan akan langsung ditampilkan pada layar LCD I2C 16x2. Sebagai inovasi keamanan perlindungan dari pembobolan, sistem ini mengintegrasikan sensor TCS3200 yang dikonfigurasi untuk mendeteksi intensitas foton cahaya di dalam kotak celengan. Apabila celengan dibongkar paksa sehingga cahaya masuk melampaui batas ambang tertentu, sensor akan mendeteksinya dan memicu komponen Buzzer untuk membunyikan alarm peringatan bising. Prototipe ini bersifat portabel berkat dukungan catu daya dari Baterai 18650 yang diatur oleh modul Battery Management System (BMS). Hasil pengembangan menunjukkan bahwa prototipe ini mampu menghitung data uang masuk dengan akurat dan fitur sistem keamanan alarm berfungsi dengan responsif. Alat ini diharapkan tidak hanya mengamankan tabungan, tetapi juga memberikan pengalaman menabung yang lebih edukatif dan praktis.

Kata kunci: Celengan Digital, Raspberry Pi Pico, Keypad Matrix, LCD I2C, Sensor TCS3200, Sistem Keamanan.

 

 

I.  PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Menabung merupakan salah satu kebiasaan finansial dasar yang sangat penting untuk diterapkan, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Sejak dahulu, media yang paling umum digunakan untuk menabung di rumah adalah celengan konvensional. Namun, seiring berjalannya waktu, celengan konvensional dirasa memiliki berbagai keterbatasan. Keterbatasan utama dari celengan biasa adalah kurangnya interaktivitas dan ketidakmampuan untuk mengetahui jumlah total uang yang telah terkumpul tanpa harus membongkar atau memecahkannya. Selain itu, dari segi keamanan, celengan konvensional sangat rentan terhadap pencurian atau pembongkaran secara diam-diam karena tidak memiliki sistem peringatan dini.

Melihat permasalahan tersebut, sistem menabung perlu dan dapat dikembangkan menjadi lebih modern serta interaktif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi mikrokontroler. Perkembangan sistem embedded saat ini memungkinkan integrasi antara komputasi digital dan komponen elektronika untuk menciptakan solusi cerdas dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, dirancanglah sebuah inovasi berupa "Celengan Digital", yaitu sebuah sistem celengan berbasis mikrokontroler Raspberry Pi Pico. Alat ini dirancang khusus untuk mampu menghitung dan menampilkan total tabungan secara langsung (real-time) melalui layar LCD. Melalui sistem ini, pengguna dapat secara interaktif memasukkan nominal uang yang mereka tabung melalui modul keypad yang telah disediakan.

Tidak hanya berfokus pada pencatatan otomatis, proyek ini juga sangat memperhatikan aspek keamanan. Celengan digital ini mengintegrasikan sensor cahaya TCS3200 yang digunakan sebagai sistem keamanan utama. Sensor ini akan mendeteksi ketika celengan dibuka atau ketika bagian dalam celengan terkena cahaya yang tidak semestinya. Apabila hal tersebut terjadi, sistem akan meresponsnya sebagai sebuah ancaman dan secara otomatis akan memicu peringatan, sehingga memberikan perlindungan ekstra terhadap uang yang disimpan di dalamnya. Dengan demikian, alat ini tidak hanya mempermudah pencatatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi penggunanya.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam perancangan dan pembuatan proyek Celengan Digital ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana merancang dan membangun sebuah sistem celengan digital interaktif menggunakan mikrokontroler Raspberry Pi Pico?
  2. Bagaimana cara mengintegrasikan modul Keypad 4x4 sebagai media input nominal uang dan layar LCD I2C 16x2 untuk menampilkan total tabungan secara real-time?
  3. Bagaimana mengimplementasikan sensor cahaya TCS3200 dan komponen buzzer untuk menciptakan sistem keamanan yang mampu mendeteksi dan memberikan peringatan suara saat terjadi upaya pembongkaran pada celengan?

C. BATASAN MASALAH

Dalam pengembangan sistem ini, terdapat batasan masalah sebagai berikut:

  1. Sistem tidak dapat mendeteksi atau menghitung uang koin secara otomatis karena penginputan nominal uang dilakukan secara manual melalui keypad.
  2. Alat harus mendapatkan suplai daya secara terus-menerus. Jika daya terputus, data total tabungan pada mikrokontroler akan hilang atau ter-reset ke nol.

D. TUJUAN

Tujuan dari perancangan alat ini adalah:

1.     Membuat sistem celengan digital berbasis Raspberry Pi Pico yang dapat membantu pengguna dalam mencatat dan memantau jumlah tabungan secara otomatis melalui LCD I2C.

  1. Memberikan pengamanan tambahan pada celengan, yang mana jika terdapat upaya pembukaan celengan, maka suara dari buzzer akan berbunyi.

II. METODOLOGI

Tahap pertama dimulai dengan perancangan sistem yang meliputi pemilihan komponen utama yaitu Raspberry Pi Pico sebagai pusat kendali, sensor cahaya TCS3200, keypad matrix 4x4, LCD I2C 16x2, dan buzzer.

Tahap kedua adalah perancangan perangkat keras. Pada tahap ini dilakukan perakitan komponen dengan menghubungkan keypad, sensor, LCD, dan buzzer ke pin GPIO Raspberry Pi Pico sesuai dengan diagram pengawatan yang telah dibuat. Selain itu, disusun juga sistem catu daya portabel menggunakan baterai 18650 dan modul BMS.

Tahap ketiga merupakan perancangan perangkat lunak menggunakan bahasa MicroPython. Pemrograman difokuskan pada inisialisasi pin, pembuatan logika pembacaan keypad untuk input nominal uang, pengaturan pembaruan tampilan pada LCD, serta pembuatan logika alarm keamanan.

Tahap keempat adalah pengujian dan kalibrasi sistem. Pengujian dilakukan untuk memastikan setiap tombol keypad merespons dengan benar untuk menambahkan atau mereset saldo, dan LCD menampilkan total tabungan yang tepat. Kalibrasi dilakukan pada sensor TCS3200 untuk menentukan nilai ambang batas cahaya yang sesuai, dimana sistem diatur agar buzzer berbunyi ketika nilai pembacaan sensor cahaya kurang dari 120 yang menandakan celengan terbuka.

Tahap terakhir adalah evaluasi sistem secara keseluruhan. Alat celengan digital diuji coba penggunaannya secara langsung untuk memastikan seluruh komponen perangkat keras dan perangkat lunak terintegrasi serta bekerja sesuai dengan alur logika yang diharapkan.

III. KAJIAN PUSTAKA

Pembahasan dalam bagian ini meliputi perancangan dan komponen apa saja yang digunakan dalam projek ini.

A.    Raspberry Pi Pico

Raspberry Pi Pico merupakan papan mikrokontroler yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler RP2040. Dalam perancangan proyek ini, Raspberry Pi Pico bertindak sebagai otak utama dari seluruh sistem kendali alat. Mikrokontroler ini dipilih karena memiliki pin antarmuka masukan dan keluaran yang lengkap, seperti pin untuk komunikasi I2C, pin Pulse Width Modulation (PWM) untuk mengatur suara, dan pin digital standar. Pin-pin ini terhubung langsung untuk membaca data masukan dari matriks tombol dan sensor cahaya, serta mengirimkan instruksi keluaran ke layar dan modul suara.

Gambar  1 Raspberry Pi Pico

B.    Sensor TCS3200

Sensor TCS3200 pada dasarnya adalah modul yang dirancang untuk mengenali spektrum warna pada sebuah objek. Namun, komponen ini diatur pada mode jernih atau mode clear sehingga dapat difungsikan secara spesifik untuk mengukur intensitas cahaya di sekitarnya. Prinsip kerja sensor ini adalah dengan mengonversi intensitas foton cahaya yang masuk ke dalam bentuk frekuensi keluaran. Dalam aplikasi celengan digital ini, sensor diletakkan di dalam wadah celengan tertutup untuk memantau keamanan. Apabila penutup celengan dibuka, cahaya luar yang masuk akan membuat nilai pembacaan sensor jatuh di bawah batas angka 120, sehingga seketika memicu mikrokontroler untuk menyalakan sistem alarm bahaya.

Mengupload: 331219 dari 331219 byte diupload.

Gambar 2. . Sensor TCS3200

C.    Keypad Matrix 4x4

Keypad matriks 4x4 merupakan modul antarmuka masukan yang terdiri dari 16 tombol tekan, yang disusun secara bersilangan ke dalam formasi 4 baris dan 4 kolom. Penggunaan arsitektur matriks ini sangat efisien untuk menghemat pin pada mikrokontroler, karena hanya membutuhkan 8 pin jalur komunikasi untuk mendeteksi 16 tombol yang berbeda. Pada sistem celengan, komponen ini digunakan sebagai perangkat utama bagi pengguna untuk mengetikkan nominal uang yang ditabung, menghapus input angka jika terjadi kesalahan ketik, hingga memanfaatkan fungsi abjad A, B, C, dan D sebagai tombol cepat untuk menambah saldo senilai Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000 secara instan.

Gambar 3. Keypad Matrix 4x4

 

D.    Liquid Crystal Display (LCD) 16x2 I2C

Liquid Crystal Display atau LCD 16x2 adalah modul layar elektronik yang dapat menyajikan teks sebanyak 16 karakter yang terbagi rapi dalam 2 baris atas dan bawah. Modul penampil yang digunakan pada proyek ini telah dipadukan dengan sirkuit komunikasi Inter-Integrated Circuit (I2C). Keberadaan antarmuka I2C ini sangat penting karena mampu menyederhanakan jumlah kabel komunikasi yang dihubungkan ke Raspberry Pi Pico, yakni hanya menggunakan jalur data (SDA) pada pin 26 dan jalur clock (SCL) pada pin 27. Layar LCD ini bertugas sebagai penampil antarmuka pengguna yang menayangkan teks pengantar, angka yang sedang diketikkan, dan kalkulasi total uang tabungan pengguna secara waktu nyata

Gambar 4. LCD I2C

E.     Buzzer Pasif

Buzzer pasif adalah komponen elektronika penghasil bunyi yang nada dan frekuensinya dapat diatur menggunakan sinyal dari luar. Berbeda dengan varian yang aktif, buzzer pasif membutuhkan gelombang sinyal Pulse Width Modulation (PWM) langsung dari mikrokontroler untuk dapat menghasilkan getaran suara. Keuntungan utama dari penggunaan buzzer tipe pasif pada proyek ini adalah kemampuannya untuk dikonfigurasi menghasilkan berbagai macam variasi nada. Dalam alat celengan ini, buzzer diprogram dengan frekuensi 988 Hertz dan 1319 Hertz sebagai nada notifikasi halus saat uang ditambahkan, serta frekuensi yang bergantian secara cepat antara 800 Hertz dan 1200 Hertz untuk berfungsi sebagai alarm bahaya yang bising ketika celengan dibongkar.

Gambar 5. Buzzet pasif

F.     Baterai 18650 dan Battery Management System (BMS)

Untuk membuat prototipe celengan digital ini dapat diletakkan di mana saja dan beroperasi dengan praktis tanpa harus selalu tersambung ke kabel adaptor kelistrikan rumah, sistem ditenagai menggunakan baterai lithium-ion bertipe 18650. Baterai ini memiliki kapasitas tegangan daya mandiri sebesar 3.7 Volt yang memadai untuk menghidupkan seluruh komponen. Mengingat sel daya jenis lithium memerlukan perlindungan dan penanganan tegangan arus yang spesifik, maka ditambahkanlah sebuah modul Battery Management System atau BMS ke dalam rangkaian kelistrikannya. Modul BMS bertugas untuk mendistribusikan aliran daya secara stabil dan melindungi baterai dari kondisi kerusakan akibat pengisian daya yang berlebihan maupun penggunaan daya yang melampaui batas minimum.

F. Diagram Blok

Gambar  6. Diagram blok

G. Diagram Alir



Gambar 7. Diagram alir


Gambar 8. Diagram pengawatan

I. Program

. import machine

import utime

from machine import I2C, Pin, PWM

from pico_i2c_lcd import I2cLcd

 

# ==========================================

# 1. SETUP SENSOR CAHAYA (TCS3200 MODE CLEAR)

# ==========================================

s0 = Pin(2, Pin.OUT)       

s1 = Pin(3, Pin.OUT)       

s2 = Pin(4, Pin.OUT)       

s3 = Pin(5, Pin.OUT)       

sensor_out = Pin(6, Pin.IN) 

 

s0.value(1) # Frekuensi 20%

s1.value(0)

s2.value(1) # Mode Clear (Sensor Cahaya)

s3.value(0)

 

# ==========================================

# 2. SETUP LCD I2C

# ==========================================

I2C_ADDR = 0x27 

i2c = I2C(1, sda=Pin(26), scl=Pin(27), freq=400000)

lcd = I2cLcd(i2c, I2C_ADDR, 2, 16)

 

# ==========================================

# 3. SETUP KEYPAD 4x4

# ==========================================

baris = [Pin(10, Pin.OUT), Pin(11, Pin.OUT), Pin(12, Pin.OUT), Pin(13, Pin.OUT)]

kolom = [

    Pin(14, Pin.IN, Pin.PULL_DOWN), 

    Pin(15, Pin.IN, Pin.PULL_DOWN), 

    Pin(16, Pin.IN, Pin.PULL_DOWN), 

    Pin(17, Pin.IN, Pin.PULL_DOWN)

]

 

tombol_matrix = [

    ['1', '2', '3', 'A'],

    ['4', '5', '6', 'B'],

    ['7', '8', '9', 'C'],

    ['*', '0', '#', 'D']

]

 

# ==========================================

# 4. SETUP BUZZER PASIF (PWM)

# ==========================================

buzzer_pin = Pin(18, Pin.OUT)

buzzer = PWM(buzzer_pin)

buzzer.duty_u16(0) 

 

# Variabel Sistem

total_tabungan = 0

input_sementara = "" 

teks_baris1_lama = ""

teks_baris2_lama = ""

 

# ==========================================

# 5. FUNGSI-FUNGSI BANTUAN

# ==========================================

def baca_cahaya_stabil():

    total = 0

    sampel = 0

    for i in range(3):

        try:

            durasi = machine.time_pulse_us(sensor_out, 0, 100000)

            if durasi > 0:

                total += durasi

                sampel += 1

        except OSError:

            pass

        utime.sleep_ms(2)

    return total // sampel if sampel > 0 else 9999

 

def baca_keypad():

    for r in range(4):

        baris[r].value(1) 

        for c in range(4):

            if kolom[c].value() == 1: 

                utime.sleep_ms(20) # Anti-bouncing

                

                # Mulai menghitung waktu (Stopwatch)

                waktu_mulai = utime.ticks_ms()

                

                while kolom[c].value() == 1: 

                    pass # Tunggu sampai jari diangkat dari tombol

                

                # Hitung selisih waktu untuk menentukan TAP atau HOLD

                durasi_tekan = utime.ticks_diff(utime.ticks_ms(), waktu_mulai)

                

                baris[r].value(0)

                return tombol_matrix[r][c], durasi_tekan

                

        baris[r].value(0)

    return None, 0 # Kembalikan 0 jika tidak ada yang ditekan

 

def format_rupiah(angka):

    if angka == 0:

        return "Rp0"

    s = str(angka)

    hasil = ""

    for i, digit in enumerate(reversed(s)):

        if i > 0 and i % 3 == 0:

            hasil = "." + hasil

        hasil = digit + hasil

    return "Rp" + hasil

 

def cetak_tengah(teks, baris_lcd):

    teks = teks[:16] 

    spasi_kiri = (16 - len(teks)) // 2

    teks_tengah = (" " * spasi_kiri) + teks

    teks_final = teks_tengah + (" " * (16 - len(teks_tengah))) 

    lcd.move_to(0, baris_lcd)

    lcd.putstr(teks_final)

 

def proses_tambah_saldo(nominal):

    global total_tabungan, teks_baris1_lama, teks_baris2_lama

    total_tabungan += nominal

    lcd.clear()

    cetak_tengah("Uang Masuk:", 0)

    cetak_tengah("+" + format_rupiah(nominal), 1)

    

    # Suara Uang Masuk

    buzzer.duty_u16(32768) 

    buzzer.freq(988)       

    utime.sleep_ms(100)

    buzzer.freq(1319)      

    utime.sleep_ms(400)

    buzzer.duty_u16(0)     

    

    utime.sleep(1.5)       

    lcd.clear()

    

    teks_baris1_lama = ""

    teks_baris2_lama = ""

 

# ==========================================

# 6. ALUR PROGRAM UTAMA

# ==========================================

lcd.clear()

cetak_tengah("Celengan Digital", 0)

cetak_tengah("Kelompok 4 RE3A", 1)

utime.sleep(3)

lcd.clear()

 

while True:

    # --- PROSES KEYPAD ---

    tombol, durasi = baca_keypad() # Mengambil nilai tombol dan lama ditekan

    

    if tombol:

        if tombol in ['0', '1', '2', '3', '4', '5', '6', '7', '8', '9']:

            if len(input_sementara) < 8:

                if input_sementara == "0":

                    input_sementara = tombol

                else:

                    input_sementara += tombol

                    

        # LOGIKA TOMBOL BINTANG (*)

        elif tombol == '*':

            # Jika ditahan lebih dari 1.5 detik (1500 ms) = RESET TOTAL TABUNGAN

            if durasi > 1500:

                total_tabungan = 0

                input_sementara = ""

                

                lcd.clear()

                cetak_tengah("RESET SISTEM", 0)

                cetak_tengah("Tabungan Rp0", 1)

                

                # Bunyi alarm reset (Nada panjang)

                buzzer.duty_u16(32768)

                buzzer.freq(300)

                utime.sleep(1.5)

                buzzer.duty_u16(0)

                

                lcd.clear()

                teks_baris1_lama = ""

                teks_baris2_lama = ""

                

            # Jika hanya di-Tap = HAPUS 1 ANGKA TERAKHIR (Backspace)

            else:

                input_sementara = input_sementara[:-1]

            

        elif tombol == '#':

            if input_sementara != "":

                proses_tambah_saldo(int(input_sementara))

                input_sementara = "" 

 

        elif tombol == 'A':

            proses_tambah_saldo(10000)

            input_sementara = "" 

        elif tombol == 'B':

            proses_tambah_saldo(20000)

            input_sementara = "" 

        elif tombol == 'C':

            proses_tambah_saldo(50000)

            input_sementara = "" 

        elif tombol == 'D':

            proses_tambah_saldo(100000)

            input_sementara = "" 

 

    # --- PROSES TAMPILAN LCD (ANTI-KEDIP) ---

    if input_sementara == "":

        teks_b1_baru = "Ketik/Pilih Uang"

    else:

        teks_b1_baru = "In: " + format_rupiah(int(input_sementara)) + "       "

        

    teks_b2_baru = "Tot: " + format_rupiah(total_tabungan) + "       "

 

    if teks_b1_baru != teks_baris1_lama:

        lcd.move_to(0, 0)

        lcd.putstr(teks_b1_baru[:16])

        teks_baris1_lama = teks_b1_baru

        

    if teks_b2_baru != teks_baris2_lama:

        lcd.move_to(0, 1)

        lcd.putstr(teks_b2_baru[:16])

        teks_baris2_lama = teks_b2_baru

 

    # --- PROSES SENSOR CAHAYA & ALARM DANGER ---

    cahaya = baca_cahaya_stabil()

    if cahaya < 120:

        kondisi = "TERANG"

        waktu_sekarang = utime.ticks_ms()

        if (waktu_sekarang // 300) % 2 == 0:

            buzzer.freq(800)  

        else:

            buzzer.freq(1200) 

        buzzer.duty_u16(32768)

        

    else:

        kondisi = "REDUP"

        buzzer.duty_u16(0)

 

    utime.sleep(0.05)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambar Alat


Gambar 9. Gambar alat

B. Cara kerja

Sistem kerja Celengan Digital berbasis Raspberry Pi Pico beroperasi melalui alur logika masukan, proses, dan keluaran yang terintegrasi secara langsung. Pada tahap masukan, sistem menggunakan Keypad Matrix 4x4 bagi pengguna untuk mengetikkan nominal tabungan secara manual, serta menggunakan Sensor Cahaya TCS3200 yang secara terus-menerus memantau intensitas cahaya di dalam kotak celengan sebagai pengaman. Data dari kedua input tersebut kemudian dikirim dan diproses oleh mikrokontroler Raspberry Pi Pico. Mikrokontroler akan mengkalkulasi nominal uang yang diketik untuk ditambahkan ke data total tabungan, sekaligus mengevaluasi kondisi keamanan berdasarkan cahaya. Jika celengan tertutup rapat dan gelap, sistem akan berjalan normal dengan menampilkan pembaruan angka masukan dan total saldo pada layar LCD I2C 16x2, diiringi bunyi melodi nada pendek dari buzzer sebagai tanda uang berhasil masuk. Namun, apabila sensor TCS3200 mendeteksi masuknya cahaya karena celengan dibongkar (misalnya nilai cahaya turun di bawah batas 120), mikrokontroler akan menetapkan status bahaya. Mikrokontroler kemudian merespons kondisi tersebut dengan memicu buzzer untuk membunyikan sirine peringatan yang bising secara terus-menerus hingga celengan ditutup kembali. Melalui mekanisme keseluruhan ini, aktivitas menabung menjadi lebih interaktif, tercatat dengan baik, dan terjaga keamanannya.

V. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa celengan digital berhasil dirancang sebagai sistem yang fungsional berbasis mikrokontroler Raspberry Pi Pico. Alat ini terbukti mampu membantu pengguna dalam mencatat dan memantau nominal jumlah tabungan secara otomatis dan akurat melalui tampilan layar LCD I2C. Selain itu, celengan cerdas ini juga telah berhasil dilengkapi dengan fitur keamanan terpadu berupa sensor cahaya TCS3200 dan alarm buzzer yang mampu memberikan peringatan bising seketika saat terjadi upaya pembongkaran atau pembukaan celengan secara paksa. Dengan berfungsinya seluruh kelengkapan fitur pemantauan saldo dan sistem keamanan tersebut, perangkat ini dapat mendukung kegiatan menabung menjadi pengalaman yang lebih praktis, teratur, menyenangkan, canggih, dan tentunya sangat terjamin keamanannya.

VI. REFERENSI

https://youtu.be/aB9hlpy1tBw?si=24dqrhbyeSw4zA0C

 VII. PRESENTASI

https://www.canva.com/design/DAGZWKiDfxA/XjnU4ITgTKuYmqRhvKWc3Q/edit?utm_content=DAGZWKiDfxA&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton




VIII. PROFIL PENULIS

Penulis atas nama Benaya Revanico Harsono dilahirkan di Semarang, 2 April 2004.  Penulis telah menempuh pendidikan formal di SD Negeri Pleburan 03, SMP N 5 Semarang, dan SMKN 7 Semarang. Tahun 2023 penulis menyelesaikan pendidikannya di SMK. Pada tahun 2023 penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Sarjana Terapan (D4) dan diterima menjadi mahasiswa baru Sarjana Terapan (D4) di kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan Program Studi D4 Tenologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM. 4.34.23.0.04.
Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa via email: revanicobenaya@gmail.com

Penulis atas nama Nasfa Tri Utama dilahirkan di Kota Semarang, 8 Mei 2005.  Penulis telah menempuh pendidikan formal di SD Negeri Sumurrejo 01, SMP N 24 Semarang, dan SMA N 12 Semarang. Tahun 2023 penulis menyelesaikan pendidikannya di SMA. Pada tahun 2023 penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru sarjana terapan (D4) dan diterima menjadi mahasiswa baru sarjana terapan (D4) di kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan Program Studi D4  Teknologi Reakayasa Elektronika Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM. 4.34.23.0.16. Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa via email: nasfatriutama08@gmail.com


Penulis atas nama Hafizh Ibnu Khairy dilahirkan di Jakarta, 24 September 2005. Penulis telah menempuh Pendidikan formal di SDIT Baabut Taubah Kota Bekasi, SMPIT Gameel Akhlaq Kota Bekasi, dan MAN 2 Kota Bekasi. Pada tahun 2023 penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Sarjana Terapan di salah satu perguruan tinggi yaitu Politeknik Negeri Semarang pada Jurusan Teknik Elektro, Program Studi S.Tr. Teknologi Rekayasa Elektronika dengan NIM 4.34.23.0.10. Apabila memiliki kritik, saran dan pertanyaan mengenai pelenitian ini, bisa melalui via email hafizhkhairy249@gmail.com


Penulis atas nama Syeifa Andhika Nugroho dilahirkan di Demak, 27 Desember 2005.  Penulis telah menempuh pendidikan formal di SD Negeri Mandung, SMP N 2 Bonang, dan SMA N 1 Demak. Tahun 2023 penulis menyelesaikan pendidikannya di SMA. Pada tahun 2023 penulis mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)  dan diterima menjadi mahasiswa baru Sarjana Terapan (D4) di kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan Program Studi D4 Tenologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM. 4.34.23.0.23.
Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa via email: syeifaandhikanugroho6@gmail.com




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISTEM KONVEYOR OTOMATIS DENGAN SENSOR INFRARED DAN KONTROL MANUAL

Pompa Air Otomatis Berbasis ATMega8535

SISTEM PEMANTAUAN SUHU DAN KELEMBABAN PADA SUATU RUANGAN MENGGUNAKAN SENSOR DHT22 BERBASIS MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO ATMEGA328P