MORSE TRAINER: MEDIA PEMBELAJARAN KODE MORSE DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER
MORSE TRAINER: MEDIA PEMBELAJARAN KODE MORSE DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER
Adidan Ari Sena
Putra1, Faris Abdurrahman
Hilmi Kusuma2, Muhammad Jihar
Mumtaz Attaya3, Rafa Rizky
Wijaya4
Jurusan Teknik
Elektro, Prodi Teknologi Rekayasa Elektronika, Politeknik Negeri Semarang
Jl.
Prof. Soedarto, Tembalang, Kec, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50275
1adidan.43423001@mhs.polines.ac.id
2faris.43423007@mhs.polines.ac.id
3jihar.43423013@mhs.polines.ac.id
4rafa.43423019@mhs.polines.ac.id
INTISARI - Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe modul pembelajaran kode Morse interaktif berbasis mikrokontroler Waveshare Zero RP2040 menggunakan model pengembangan ADDIE untuk menggantikan metode konvensional di tingkat SMP/SMA. Sistem bekerja dengan menerima input digital dari push button DIT dan DAH, lalu memprosesnya melalui algoritma Iambic keying dan penstabil sinyal berbasis WPM. Hasil penerjemahan kode Morse secara otomatis dikirimkan sebagai karakter teks langsung ke komputer melalui fungsi USB HID dengan disertai indikator suara dari buzzer pasif.
Kata Kunci: Kode Morse, Media Pembelajaran, Pramuka, Waveshare Zero RP2040, USB HID.
I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kode Morse
merupakan salah satu materi komunikasi dasar dalam kegiatan kepramukaan tingkat
SMP dan SMA yang menggunakan kombinasi simbol dit (.) dan dah (-) untuk
merepresentasikan huruf, angka, dan pesan tertentu. Namun, pembelajaran kode
Morse masih sering dilakukan secara konvensional seperti menggunakan peluit,
senter, atau penulisan manual sehingga kurang memberikan pengalaman interaktif
bagi peserta didik.
Oleh
karena itu, dibuat prototipe modul pembelajaran kode Morse berbasis
mikrokontroler sebagai media praktik interaktif. Modul ini memungkinkan
pengguna memasukkan kode Morse melalui tombol dit dan dah, kemudian sistem
menerjemahkannya menjadi karakter seperti penggunaan keyboard. Dengan adanya
modul ini, pembelajaran kode Morse diharapkan menjadi lebih menarik serta
membantu memahami penerapan teknologi elektronika dalam kegiatan kepramukaan.
II. METODOLOGI
PENELITIAN
Metodologi penelitian ini mengadopsi model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) karena tahapannya yang terstruktur dan berfokus pada pengembangan media pembelajaran berbasis produk.
1. Tahap Analisis (Analysis)
Tahap awal untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar sebelum merancang alat.
-
Analisis Masalah: Mengidentifikasi kendala pembelajaran kode Morse konvensional (peluit/senter) di tingkat SMP/SMA yang kurang interaktif.
-
Analisis Kebutuhan Alat: Menentukan komponen utama yang dibutuhkan, seperti Raspberry Pi Pico Zero sebagai otak sistem, tombol mekanik untuk dit dan dah, layar OLED/LCD untuk menampilkan hasil terjemahan karakter, serta buzzer sebagai indikator suara.
2. Tahap Perancangan (Design)
Tahap membuat cetak biru (blueprint) perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
-
Perancangan Blok Diagram Sistem: Merancang aliran data dari input (tombol dit dan dah) ➔ diproses oleh mikrokontroler Raspberry Pi Pico Zero ➔ output (tampilan karakter di layar dan suara buzzer).
-
Perancangan Skematik Elektronika: Membuat jalur pengkabelan antar komponen agar tidak terjadi korsleting.
-
Perancangan Algoritma Pemrograman: Menyusun flowchart atau logika pemrograman (misalnya menggunakan MicroPython atau C++) untuk menentukan jeda waktu (timing) pembeda antara ketukan dit (pendek) dan dah (panjang), serta jeda antar huruf/kata.
3. Tahap Pengembangan (Development)
Tahap realisasi dan perakitan dari rancangan yang telah dibuat.
-
Perakitan Hardware: Memasang mikrokontroler, tombol, screen, dan buzzer pada papan sirkuit (breadboard/PCB) serta pembuatan casing modul agar ergonomis bagi siswa.
-
Coding & Debugging: Menulis kode program untuk menerjemahkan kombinasi kode Morse menjadi karakter teks (fungsi seperti keyboard) dan melakukan perbaikan jika terdapat galat (bug) pada pembacaan ketukan.
-
Validasi Ahli: Melakukan uji kelayakan awal ke ahli media/elektronika untuk memastikan alat aman dan berfungsi sesuai prinsip kode Morse yang benar sebelum dibawa ke lapangan.
4. Tahap Implementasi (Implementation)
Tahap pengujian modul langsung kepada target pengguna (peserta didik).
-
Subjek Uji Coba: Anggota Pramuka tingkat SMP atau SMA.
-
Skenario Praktik:
-
Peserta didik diberikan pengenalan singkat mengenai modul.
-
Peserta didik mempraktikkan penginputan kode Morse melalui tombol dit dan dah.
-
Sistem secara otomatis menerjemahkan input tersebut menjadi teks di layar secara real-time.
-
5. Tahap Evaluasi (Evaluation)
Tahap mengukur keberhasilan alat berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.
-
Uji Fungsionalitas Alat: Memastikan tingkat akurasi mikrokontroler dalam menerjemahkan input kode Morse (menghitung persentase keberhasilan pembacaan alat).
-
Uji Efektivitas Pembelajaran: Menyebarkan kuesioner/angket sederhana atau melakukan wawancara kepada peserta didik setelah praktik untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka terhadap kode Morse serta ketertarikan mereka terhadap integrasi teknologi elektronika ini.
- Inisialisasi Sistem: Mengonfigurasi pin tombol dit dan dah, mengatur nada buzzer (1900 Hz), serta mengaktifkan pustaka USB HID agar modul terbaca sebagai keyboard komputer.
- Kalkulasi Waktu (WPM): Menghitung durasi ketukan dit, dah, serta jeda ideal antarhuruf dan antarkata secara otomatis berdasarkan standar kecepatan 25 WPM.
- Penyaringan Sinyal (Debounce): Memeriksa status tombol secara terus-menerus dan menyaring getaran mekanis (noise) agar ketukan tombol terbaca stabil dan akurat.
- Perekaman Ketukan: Menyimpan urutan titik dan garis ke dalam memori sementara (morse_buffer) setiap kali pengguna menekan tombol dit atau dah.
- Logika Iambic (Alternasi): Mengatur antrean ketukan secara otomatis ketika kedua tombol ditekan bersamaan, menghasilkan pola titik dan garis bergantian yang presisi.
- Penerjemahan Karakter: Mengonversi kumpulan sandi di morse_buffer menjadi huruf, angka, atau fungsi backspace setelah mendeteksi jeda waktu antarhuruf selesai.
- Output Keyboard: Mengirimkan karakter hasil terjemahan langsung ke komputer melalui USB HID, seolah-olah diketik menggunakan keyboard fisik.
- Spasi Otomatis: Mengetik karakter spasi (" ") secara otomatis pada layar jika sistem mendeteksi pengguna tidak menekan tombol selama jeda waktu antarkata.
- Indikator Kesalahan: Membunyikan buzzer dengan nada pendek sebanyak 3 kali sebagai peringatan jika kombinasi kode Morse yang dimasukkan tidak terdaftar di kamus.
- Masukan: Penekanan push button (tombol DIT atau DAH) sebagai sinyal kode Morse.
- Proses: Mikrokontroler Waveshare Zero RP2040 memproses ketukan tombol dan menerjemahkannya menjadi teks.
- Keluaran: Karakter teks dikirimkan ke perangkat (laptop/HP) disertai bunyi side tone dari buzzer pasif.


Komentar
Posting Komentar