Palang Pintu Kereta Otomatis Berbasis Raspberry Pi Pico
Palang Pintu Kereta Otomatis Berbasis Raspberry Pi Pico
Alfi Nurul Huda1, Fitra Reza Fadhilah2, Naufal Luthfi Aziz3, Salsa Triya Rahma Itsnani4, Samuel Beta Kuntardjo5
Jurusan Teknik Elektro, D4 Teknologi Rekayasa Elektronika, Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Kec, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50275
ABSTRAK
Kata Kunci: Raspberry Pi Pico, Palang Pintu Kereta Otomatis, Sistem Otomasi, Sensor, Motor Servo, Perlintasan Kereta Api.
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perlintasan kereta api merupakan salah satu area yang memiliki tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi, terutama pada perlintasan sebidang yang masih menggunakan sistem pengamanan manual atau belum dilengkapi dengan palang pintu otomatis. Kesalahan manusia, kurangnya kewaspadaan pengguna jalan, serta keterlambatan dalam menutup maupun membuka palang pintu menjadi beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang otomasi dan sistem kendali, penggunaan mikrokontroler sebagai pusat pengendali dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi pada perlintasan kereta api. Dengan sistem otomatis, proses deteksi kedatangan kereta dan pengoperasian palang pintu dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan mengurangi ketergantungan terhadap operator.
Berdasarkan permasalahan tersebut, pada laporan ini dirancang sebuah prototipe Palang Pintu Kereta Otomatis Berbasis Raspberry Pi Pico. Raspberry Pi Pico dipilih karena memiliki kemampuan pemrosesan yang baik, mudah diprogram, serta mendukung integrasi dengan berbagai sensor dan aktuator, seperti motor servo, LED, dan buzzer. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi keberadaan kereta menggunakan sensor, kemudian Raspberry Pi Pico mengolah data tersebut untuk mengendalikan buka-tutup palang pintu secara otomatis serta memberikan peringatan kepada pengguna jalan. Diharapkan prototipe ini dapat menjadi media pembelajaran mengenai penerapan sistem otomasi berbasis mikrokontroler sekaligus menjadi referensi dalam pengembangan sistem pengamanan perlintasan kereta api yang lebih efektif dan andal.
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN
II. METODOLOGI
Metode yang digunakan dalam pembuatan Palang Pintu Kereta Otomatis Berbasis Raspberry Pi Pico adalah metode Research and Development (R&D), yaitu metode penelitian yang berfokus pada proses perancangan, pembuatan, dan pengujian suatu produk. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi permasalahan pada sistem palang pintu kereta yang masih dioperasikan secara manual, kemudian dilakukan analisis kebutuhan sistem agar dapat bekerja secara otomatis. Selanjutnya dilakukan perancangan perangkat keras yang meliputi Raspberry Pi Pico sebagai pengendali utama, sensor sebagai pendeteksi kedatangan kereta, motor servo sebagai penggerak palang pintu, serta LED dan buzzer sebagai indikator peringatan. Setelah itu, perangkat lunak dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman MicroPython untuk mengendalikan seluruh komponen sesuai dengan logika kerja yang telah dirancang.
Setelah proses perancangan selesai, seluruh komponen dirakit dan diintegrasikan menjadi sebuah prototipe yang kemudian dilakukan pengujian. Pengujian dilakukan dengan mensimulasikan kondisi kereta yang mendekati dan meninggalkan perlintasan untuk mengetahui respons sensor, kinerja Raspberry Pi Pico dalam memproses data, serta kemampuan motor servo dalam membuka dan menutup palang pintu secara otomatis. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap fungsi LED dan buzzer sebagai sistem peringatan. Hasil pengujian digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan sistem serta menjadi dasar dalam melakukan penyempurnaan agar prototipe dapat bekerja secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
III. KAJIAN PUSTAKA
A. KOMPONEN
1) Raspberry Pi Pico
B. BLOK DIAGRAM
C. DIAGRAM ALIR
Program diawali dengan proses inisialisasi seluruh komponen yang digunakan, yaitu sensor inframerah sebagai masukan, motor servo sebagai penggerak palang, dua buah LED sebagai indikator, buzzer pasif sebagai alarm, serta konfigurasi variabel-variabel yang diperlukan. Pada tahap ini motor servo diatur pada posisi awal 0° sehingga palang berada dalam kondisi terbuka, sedangkan LED dan buzzer berada dalam keadaan mati.
Setelah proses inisialisasi selesai, program masuk ke dalam perulangan (loop) utama untuk membaca kondisi sensor inframerah secara terus-menerus. Apabila sensor tidak mendeteksi adanya kereta, sistem tetap berada pada kondisi aman sehingga palang tetap terbuka, LED dan buzzer tidak aktif, serta program kembali melakukan pembacaan sensor. Sebaliknya, apabila sensor mendeteksi adanya kereta, Raspberry Pi Pico mencatat waktu awal pendeteksian dan mengaktifkan mode peringatan. Pada kondisi ini buzzer langsung berbunyi dengan pola dua frekuensi secara bergantian, sedangkan kedua LED berkedip secara bergantian sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan.
Selanjutnya sistem melakukan pengecekan waktu sejak kereta pertama kali terdeteksi. Jika waktu peringatan belum mencapai 2 detik, palang tetap dipertahankan pada posisi terbuka sehingga kendaraan yang berada di sekitar perlintasan masih memiliki kesempatan untuk melewati jalur dengan aman. Setelah waktu peringatan mencapai 2 detik, Raspberry Pi Pico mengubah target sudut motor servo menjadi 90°, sehingga palang mulai bergerak menutup secara bertahap. Pergerakan servo dilakukan sedikit demi sedikit sesuai nilai kecepatan yang telah ditentukan agar gerakan palang lebih halus dan tidak terjadi perubahan posisi secara mendadak.
Selama kereta masih terdeteksi oleh sensor atau masih berada dalam waktu tenggang 2 detik setelah sensor tidak lagi mendeteksi objek, buzzer dan LED tetap aktif sebagai sistem peringatan, sedangkan palang tetap berada pada posisi tertutup. Setelah kereta benar-benar meninggalkan area perlintasan dan waktu tenggang telah berakhir, Raspberry Pi Pico menonaktifkan buzzer dan LED, kemudian mengubah target sudut servo kembali ke 0° sehingga palang bergerak membuka secara bertahap. Setelah palang kembali terbuka, sistem kembali ke kondisi awal dan mengulangi proses pembacaan sensor secara terus-menerus selama catu daya masih diberikan.
D. DIAGRAM SKEMATIK
E. DIAGRAM PENGAWATAN
F. DESKRIPSI KERJA
Sistem palang pintu kereta otomatis bekerja dengan memanfaatkan sensor inframerah sebagai pendeteksi keberadaan kereta dan Raspberry Pi Pico sebagai pusat pengendali seluruh proses. Saat sistem dinyalakan, Raspberry Pi Pico melakukan inisialisasi seluruh komponen, yaitu sensor inframerah, motor servo, dua lampu LED, dan buzzer pasif. Pada kondisi awal, motor servo berada pada sudut 0° sehingga palang pintu dalam keadaan terbuka, sedangkan LED dan buzzer berada dalam kondisi mati.
Ketika sensor inframerah mendeteksi adanya kereta yang melintas, sensor mengirimkan sinyal ke Raspberry Pi Pico. Setelah menerima sinyal tersebut, Raspberry Pi Pico langsung mengaktifkan dua lampu LED yang berkedip secara bergantian serta buzzer pasif yang mengeluarkan bunyi alarm dengan dua variasi frekuensi sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan. Pada tahap ini, palang pintu belum langsung ditutup, tetapi sistem memberikan waktu tunda selama 2 detik agar kendaraan yang masih berada di area perlintasan memiliki kesempatan untuk melintas dengan aman.
Setelah waktu tunda 2 detik berakhir, Raspberry Pi Pico mengirimkan sinyal PWM ke motor servo sehingga servo bergerak secara bertahap dari posisi 0° menuju 90°. Pergerakan yang dilakukan secara bertahap membuat palang pintu menutup dengan lebih halus dan stabil. Selama kereta masih terdeteksi oleh sensor atau masih berada dalam waktu tenggang setelah sensor tidak lagi mendeteksi objek, lampu LED dan buzzer tetap aktif sebagai peringatan, sedangkan palang pintu tetap berada pada posisi tertutup.
Setelah kereta melewati area perlintasan dan sensor tidak lagi mendeteksi objek selama waktu tenggang yang telah ditentukan, Raspberry Pi Pico menonaktifkan buzzer dan lampu LED, kemudian menggerakkan motor servo secara bertahap kembali ke posisi 0° sehingga palang pintu terbuka. Setelah seluruh komponen kembali ke kondisi awal, sistem akan terus melakukan pembacaan sensor secara berulang untuk mendeteksi kedatangan kereta berikutnya. Dengan mekanisme tersebut, sistem mampu memberikan peringatan kepada pengguna jalan dan mengoperasikan palang pintu secara otomatis sehingga meningkatkan keamanan pada perlintasan kereta api.
G. PROGRAM
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototipe Palang Pintu Kereta Otomatis Berbasis Raspberry Pi Pico yang mampu bekerja sesuai dengan fungsi yang telah dirancang. Sistem terdiri atas Raspberry Pi Pico sebagai pengendali utama, sensor inframerah sebagai pendeteksi kereta, motor servo SG90 sebagai penggerak palang pintu, dua buah lampu LED sebagai indikator visual, dan buzzer pasif sebagai alarm suara. Seluruh komponen telah dirangkai dan diprogram menggunakan MicroPython sehingga dapat bekerja secara terintegrasi. Berdasarkan hasil pengujian, ketika sensor inframerah mendeteksi adanya kereta, Raspberry Pi Pico segera memproses sinyal masukan dan mengaktifkan lampu LED secara berkedip bergantian serta buzzer pasif dengan dua variasi frekuensi sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan. Setelah peringatan berlangsung selama 2 detik, motor servo bergerak secara bertahap dari sudut 0° menuju 90° sehingga palang pintu menutup dengan halus. Selama kereta masih terdeteksi atau masih berada dalam waktu tenggang yang telah ditentukan, palang tetap berada pada posisi tertutup dan sistem peringatan tetap aktif. Setelah kereta meninggalkan area perlintasan dan sensor tidak lagi mendeteksi objek, sistem tetap mempertahankan kondisi peringatan selama waktu tenggang untuk memastikan kereta benar-benar telah melewati perlintasan. Setelah waktu tersebut berakhir, Raspberry Pi Pico mematikan buzzer dan lampu LED, kemudian menggerakkan motor servo kembali ke posisi 0° secara bertahap sehingga palang pintu terbuka. Proses pembukaan berlangsung dengan stabil tanpa perubahan posisi yang mendadak karena program menerapkan pergerakan servo secara bertahap.
Secara keseluruhan, hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem telah mampu menjalankan fungsi utama sesuai dengan tujuan perancangan, yaitu mendeteksi kedatangan kereta, memberikan peringatan melalui lampu LED dan buzzer, serta mengendalikan buka-tutup palang pintu secara otomatis. Integrasi antara sensor inframerah, Raspberry Pi Pico, motor servo, LED, dan buzzer berjalan dengan baik sehingga sistem bekerja secara berurutan dan responsif. Meskipun demikian, penggunaan satu sensor inframerah menyebabkan jangkauan deteksi masih terbatas sehingga pengembangan selanjutnya dapat dilakukan dengan menambahkan lebih dari satu sensor atau menggunakan jenis sensor lain yang memiliki jangkauan dan akurasi lebih baik agar sistem semakin andal saat diterapkan pada kondisi nyata.
V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil perancangan, pembuatan, dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa prototipe Palang Pintu Kereta Otomatis Berbasis Raspberry Pi Pico berhasil direalisasikan dan mampu bekerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Raspberry Pi Pico berfungsi sebagai pengendali utama yang memproses data dari sensor inframerah untuk mengendalikan motor servo, lampu LED, dan buzzer pasif secara otomatis. Sistem mampu mendeteksi keberadaan kereta menggunakan sensor inframerah, kemudian memberikan peringatan melalui lampu LED yang berkedip dan buzzer pasif sebelum palang pintu ditutup. Setelah waktu tunda selama 2 detik, motor servo bergerak secara bertahap untuk menutup palang pintu, kemudian membuka kembali setelah kereta melewati area perlintasan dan kondisi dinyatakan aman. Seluruh komponen bekerja secara terintegrasi sesuai dengan logika program yang telah dirancang. Berdasarkan hasil pengujian, sistem menunjukkan kinerja yang baik dalam mengotomatisasi proses buka-tutup palang pintu serta memberikan peringatan kepada pengguna jalan. Dengan demikian, prototipe ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran mengenai penerapan sistem tertanam berbasis Raspberry Pi Pico dan menjadi dasar pengembangan sistem palang pintu kereta otomatis yang lebih akurat, andal, dan siap diterapkan pada skala yang lebih besar.
LINK PPT
https://drive.google.com/file/d/1DaAcN6xVkjgX5aWv_HbmLOW0wAIksWMm/view?usp=sharing
LINK YouTube
https://youtu.be/E2HoFo1d0N4?si=1GLD1JvWJMO-0UYG
DAFTAR PUSTAKA
Marulitua, E., & Setiawan, F. B. (2025). Pengendalian
AGV Menggunakan Raspberry Pi dan Motor DC dengan Sistem Pengenalan Lintasan
Menggunakan Kamera dan Sensor Inframerah. Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik
Elektro, 27(2), 70–76.
Irianto, J., Winarno, & Novianti, T. (2020). Rancang
Bangun Sistem Keamanan Rumah Menggunakan Sensor PIR Berbasis Raspberry Pi.
Computing Insight: Journal of Computer Science, 2(1).
Salman Al Farizi, Kurniawan, E., Nurdiansari, H., &
Dirhamsyah. (2025). Autonomous Fire Extinguisher on the Ship Using Raspberry
Pi Pico. Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi, 5(1), 1–27.
Avreliyanda, G. D., & Astutik, R. P. (2025). Fire Alarm
System Design Based on PLC Pi Pico at MCC XYZ Company. Jurnal Riset
Rekayasa Elektro, 6(2).
Kusumawati, I. R., Untoro, F. X. W. Y., & Untoro, W. Y.
(2022). Sistem Notifikasi Buka/Tutup Pelindung untuk Tanaman Hidroponik
Berbasis Rain Sensor Menggunakan Raspberry Pi Pico RP2040. Melek IT:
Information Technology Journal, 8(1).
Abrar, A., Akbar, S., & Tukino. (2024). Rancang Bangun
Sistem Kontrol Motor Listrik Berbasis Raspberry Pi. Jurnal Ilmiah
Informatika, 11(1).
Sembiring, H., Thantowi, Y. D., & Tamba, C. A. S. (2021). Perancangan
Robot Lengan Pemindah Barang Berdasarkan Ukuran Berbasis Arduino dengan Sensor
Ping HC-SR04 dan Sensor Inframerah. Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo
Thomas, 6(1).
Zulkarnain, Saputra, W., Saputra, M. A. A., & Novianty, I.
(2024). Sistem Pelacakan Objek Menggunakan Sensor Ultrasonik dan Inframerah
untuk Mobile Robot di Lingkungan Dinamis. Jurnal Rekayasa Mesin, 24(2),
93–100.
Putra, A. A., & Irawan, D. (2026). Sistem Pendeteksi Dini Banjir Berbasis Raspberry Pi Pico W dengan Sensor Ketinggian Air dan Notifikasi SMS. INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science, 9(2).
Prasetiyo, D., Minggu, D., & Anwar, M. (2021). Pressure and Temperature Monitoring System of Rocket Motorcycle Combustion Based on Raspberry Pi 4.0. Jurnal Telkommil, 2(2), 11–19.
Komentar
Posting Komentar