PENGGOYANG UNTUK PELARUTAN PAPAN RANGKAIAN TERCETAK SECARA OTOMATIS
PENGGOYANG UNTUK PELARUTAN PAPAN RANGKAIAN TERCETAK
SECARA OTOMATIS
KELAS RE-3D, KELOMPOK 4
Aqilla Fadia
Haya1, Habib Muhammad Zihni Miftah2, Muhammad Zidni Ilma3,
Santo Nugroho4
Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan
Teknik Elektro, Politeknik Negeri Semarang 2025/2026
Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Kec.
Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50275
ABSTRAK - Dalam
masa kini banyak mahasiswa khususnya Mahasiswa elektronika yang sering
mengeluhkan saat pembuatan pcb harus melalui prosedur melarutkan kedalam
larutan FeCl3 dengan yang terjadi jika larutan tersebut
mengenai pakaian atau mengenai tangan larutan tersebut akan susah menghilang.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat penggoyang Papan Rangkaian Tercetak yang
dapat melarutkan pcb tanpa terkena larutan FeCl3 Atau yang
sering disebut Ferrit Klorida. Alat ini akan bergerak maju dan mundur pada waktu yang
telah ditentukan menggunakan input biner dan bisa digunakan pada mode manual
jika ditekan tombol start saat biner menunjukan angka 0 dan
berhenti jika tombol stop ditekan, dan jika Potensiometer diputar
maka dapat mengubah kecepatan penggerak penggoyang pcb.
Kata Kunci: Raspberry Pi Pico; Penggoyang Papan Rangkaian Tercetak otomatis; Implementasi
Raspberry Pi Pico.
I. PENDAHULUAN
Perkembangan
teknologi yang semakin pesat mendorong kebutuhan akan sistem yang lebih efisien
dan praktis di berbagai bidang, termasuk elektronika. Kemajuan pada bidang ini
telah menghasilkan berbagai sistem kendali digital yang mampu mengotomasi
pekerjaan manusia sehingga proses kerja menjadi lebih mudah, cepat, dan akurat
[1]. Salah satu penerapan teknologi tersebut adalah pengembangan penggoyang
otomatis berbasis mikrokontroler.
Dalam
proses pembuatan Papan Rangkaian Tercetak (PRT), tahap pelarutan lapisan
tembaga yang tidak diperlukan umumnya dilakukan dengan merendam PRT ke dalam
larutan etching sambil menggerakkan wadah secara manual. Metode tersebut
memerlukan tenaga dan waktu yang cukup banyak serta dapat menyebabkan hasil
pelarutan yang kurang konsisten. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem
otomatis yang mampu menggerakkan wadah etching secara teratur sehingga proses
pembuatan PCB menjadi lebih efektif dan menghasilkan kualitas yang lebih baik.
Pada
penelitian ini dikembangkan alat penggoyang menggunakan Raspberry Pi Pico
sebagai pengendali utama sistem. Raspberry Pi Pico dipilih karena memiliki
performa yang baik, konsumsi daya yang rendah, serta jumlah pin input-output
yang memadai untuk kebutuhan sistem kendali. Alat ini dilengkapi dengan tiga
push button yang digunakan sebagai antarmuka pengguna, yaitu tombol pengaturan
waktu (timer), tombol mulai (start), dan tombol berhenti (stop). Tombol timer
berfungsi untuk menentukan durasi operasi alat yang ditampilkan melalui
indikator LED, sedangkan tombol start digunakan untuk mengaktifkan motor
penggerak dan tombol stop berfungsi menghentikan proses kerja sebelum waktu
yang ditentukan berakhir. Dengan penerapan sistem berbasis Raspberry Pi Pico
ini, diharapkan proses etching PCB dapat berlangsung secara otomatis, lebih
efisien, dan memberikan hasil yang lebih konsisten.
II. METODOLOGI
Pada penelitian ini digunakan
mikrokontroler Raspberry Pi Pico sebagai pusat pengendali sistem dengan bahasa pemrograman
MicroPython. Proses pemrograman dilakukan menggunakan perangkat lunak Thonny
IDE yang berfungsi untuk menulis, mengunggah, dan menguji program pada
Raspberry Pi Pico. Sistem terdiri dari tiga push button sebagai masukan, empat
LED sebagai indikator keluaran, sebuah motor DC sebagai penggerak mekanisme
penggoyang PCB, serta sebuah potensiometer yang digunakan untuk mengatur
kecepatan putaran motor.
Perancangan
perangkat keras dilakukan dengan menghubungkan pin GPIO Raspberry Pi Pico
sesuai kebutuhan sistem. Push button counter, start, dan stop dihubungkan ke
pin GP3, GP4, dan GP5 sebagai masukan digital dengan konfigurasi pull-up
internal. Empat LED indikator dihubungkan ke pin GP6, GP7, GP8, dan GP9 untuk
menampilkan nilai waktu dalam bentuk bilangan biner. Motor DC dikendalikan
menggunakan MOSFET yang terhubung pada pin GP2 dengan metode Pulse Width
Modulation (PWM). Selain itu, potensiometer dihubungkan ke pin GP26 (ADC0)
untuk memberikan masukan analog yang digunakan dalam pengaturan kecepatan motor
secara real-time.
III. TINJAUAN PUSTAKA
A. KOMPONEN
1. Papan mikrokontroler Raspberry Pi Pico (RP2040)
Raspberry Pi Pico merupakan papan mikrokontroler yang menggunakan chip RP2040 sebagai unit pemroses utama. Mikrokontroler ini bersifat fleksibel, serta mendukung berbagai bahasa pemrograman seperti MicroPython dan C/C++. Raspberry Pi Pico memiliki prosesor dual-core ARM Cortex-M0+ dengan frekuensi kerja hingga 133 MHz, memori SRAM sebesar 264 KB, serta memori flash sebesar 2 MB untuk penyimpanan program. Selain itu, Raspberry Pi Pico menyediakan 26 pin General Purpose Input Output (GPIO) yang dapat digunakan sebagai input maupun output digital, beberapa kanal Analog to Digital Converter (ADC), antarmuka komunikasi seperti UART, I²C, dan SPI, serta dukungan Pulse Width Modulation (PWM) pada sebagian besar pin GPIO. Dengan spesifikasi tersebut, Raspberry Pi Pico banyak digunakan dalam berbagai aplikasi sistem kendali, otomasi, dan Internet of Things (IoT) karena memiliki performa yang baik serta konsumsi daya yang relatif rendah
Gambar 3.1 Arduino
Uno.
2. Light
Emitting Diode (LED)
Dioda emisi cahaya
atau dikenal dengan singkatan LED merupakan Solid State Lamp yang merupakan
piranti elektronik gabungan antara elektronik dengan optik, sehingga
dikategorikan pada keluarga “Optoelectronic”. Bahan dasar yang digunakan dalam
pembuatan LED adalah bahan Galium Arsenida (GaAs) atau Galium Arsenida Phospida
(GaAsP) atau juga Galium Phospida (GaP), bahan-bahan ini memancarkan cahaya
dengan warna yang berbeda-beda. Bahan GaAs memancarkan cahaya infra-merah,
Bahan GaAsP memancarkan cahaya merah atau kuning, sedangkan bahan GaP
memancarkan cahaya merah atau hijau.Seperti halnya piranti elektronik lainnya ,
LED mempunyai nilai besaran terbatas dimana tegangan majunya dibedakan atas
jenis warna [2]
Gambar 3.2 Light Emitting Diode.
3. Saklar Tekan (Push Button)
Berikutnya adalah push button,
tombol tekan adalah salah satu komponen elektronika yang fungsinya memutus
hubungan atas suatu aliran. Pemutusan ini terjadi akibat dampak dari pengalihan
dari satu konduktor ke konduktor lainnya. [3]
4. Modul Driver Mosfet
Modul driver MOSFET merupakan
rangkaian elektronika yang digunakan untuk mengendalikan beban dengan arus yang
lebih besar menggunakan sinyal kontrol berarus kecil dari mikrokontroler.
MOSFET bekerja sebagai saklar elektronik yang dapat menghubungkan atau memutus
aliran daya ke beban, seperti motor DC. Pada penelitian ini, modul driver
MOSFET digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor DC melalui metode Pulse
Width Modulation (PWM) yang dihasilkan oleh Raspberry Pi Pico, sehingga
kecepatan putaran motor dapat diatur sesuai kebutuhan..
5. Potensiometer
Potensiometer merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi sebagai resistor variabel. Nilai resistansinya dapat diubah dengan memutar poros potensiometer sehingga menghasilkan perubahan tegangan keluaran. Dalam sistem mikrokontroler, potensiometer sering digunakan sebagai input analog untuk mengatur parameter tertentu, seperti kecepatan motor, intensitas cahaya LED, maupun pengaturan nilai sensor [5].
6. Motor
Gearbox DC
Motor DC adalah
sebuah alat listrik yang dapat mengubah elergi listrik menjadi energi mekanis
dalam bentuk putaran, perputaran ini dimanfaatkan sebagai penggerak utama
sistem penggoyang PCB. Motor ini telah dilengkapi dengan serangkaian gearbox yang
akan meningkatkan torsi motor.
7. Modul Stepdown LM2596
Modul ini dapat menurunkan tegangan
dengan cara menghidupkan dan mematikan tegangan sumber berdasarkan interval
tertentu untuk mendapatkan tegangan yang diinginkan, pada proyek ini modul
stepdown LM2596 digunakan untuk menurunkan tegangan masukan 12v sehingga
bertegangan 5v yang dapat diterima oleh Arduino dan Relay yang
digunakan.
8. Adaptor
12V DC
Alat ini digunakan
sebagai pemberi suplai tegangan pada sistem, keluaran tegangan pada alat ini
sebesar 12V yang akan dihubungkan ke beban Motor DC sebagai penggerak utama.
B. DIAGRAM BLOK RANGKAIAN
C. DIAGRAM ALUR PROGRAM
D. SKEMATIK RANGKAIAN
E. PROGRAM
ASSEMBLY
"""===========================================================================
Pemrogram : Kelompok RE-3D/4
1. 04-Aqilla Fadil Haya NIM:4.34.23.3.04
2. 10-Habib Muhammad Zihni M. NIM:4.34.23.3.10
3. 16-Muhammad Zidni Ilma NIM:4.34.23.3.16
4. 22-Santo Nugroho NIM:4.34.23.3.22
Tgl.Praktikum : Rabu, 13 Mei 2026
=============================================================================
Proyek - Kendali Motor Shaker PCB
ShakePCB.py
- Program untuk mengendalikan motor DC shaker papan PCB
menggunakan MOSFET sebagai saklar PWM, potensiometer sebagai
pengatur kecepatan, tombol tekan sebagai kendali, dan LED
sebagai penampil biner waktu yang diatur
---------------------------------------------------------------------------
Materi:
- Keluaran PWM untuk kendali motor DC via MOSFET
- Masukan ADC dari potensiometer untuk mengatur kecepatan
- Masukan digital tombol tekan dengan debounce 2 tahap
- Tampilan biner 4-bit menggunakan LED PWM
- Mesin keadaan: standby, manual, timer
---------------------------------------------------------------------------
Komponen:
- 1x Motor DC N20
- 1x MOSFET N-channel IRFZ44N sebagai driver motor
- 1x Potensiometer 10kΩ
- 4x LED + 4x Resistor 330Ω
- 3x Tombol tekan
========================================================================="""
#=== Pustaka ===
from machine import Pin, PWM, ADC #Pin, PWM, ADC dari pustaka machine
import time #fungsi waktu dari pustaka time
#=== Deklarasi Pin ===
PIN_ADC = 26 #potensiometer di GP26 (ADC0)
PIN_PWM = 2 #gate MOSFET di GP2 (PWM motor)
PIN_LED = [9, 8, 7, 6] #LED biner di GP6-GP9 (bit 0-3)
PIN_BTN = [3, 4, 5] #tombol START, SET, STOP
#=== Deklarasi Konstanta ===
FREK_PWM = 1000 #frekuensi PWM motor (Hz)
FREK_LED = 1000 #frekuensi PWM LED (Hz)
TERANG_LED = 16383 #kecerahan LED 25% (dari 65535)
PITA_MATI = 80 #toleransi noise ADC (deadband)
MS_DEBOUNCE = 30 #waktu tunggu debounce tahap-1 (ms)
MS_COOLDOWN = 150 #waktu kunci setelah tombol valid (ms)
MS_TAHAN = 500 #lama tahan sebelum auto-naik (ms)
MS_ULANG = 180 #jeda antar auto-increment (ms)
#=== Pengesetan Awal ===
adc = ADC(Pin(PIN_ADC)) #ADC potensiometer
pwm = PWM(Pin(PIN_PWM)) #PWM motor
pwm.freq(FREK_PWM) #atur frekuensi motor
pwm.duty_u16(0) #motor mati saat mulai
led = [PWM(Pin(p)) for p in PIN_LED] #daftar objek LED
for l in led: #atur semua LED
l.freq(FREK_LED) #frekuensi PWM LED
l.duty_u16(0) #LED mati saat mulai
btn = [Pin(p, Pin.IN, Pin.PULL_UP) for p in PIN_BTN] #tombol pull-up
#=== Deklarasi Variabel ===
keadaan = 'standby' #keadaan sistem saat ini
waktu_set = 0 #nilai timer yang diatur (0-15 detik)
duty = 0 #duty cycle motor saat ini
cetak_terakhir = 0 #waktu terakhir cetak status
btn_stabil = [1, 1, 1] #keadaan stabil terakhir tiap tombol
btn_turun_t = [0, 0, 0] #waktu falling edge terdeteksi
btn_turun = [False, False, False] #sedang menunggu konfirmasi?
btn_siap_t = [0, 0, 0] #waktu terakhir tombol valid (cooldown)
set_tahan_sejak = 0 #waktu mulai ditahan
set_mengulang = False #sudah masuk fase auto-repeat?
set_ulang_t = 0 #waktu auto-increment terakhir
#=== Fungsi Debounce ===
def tombol_ditekan(i):
global btn_stabil, btn_turun_t, btn_turun, btn_siap_t
skrg = time.ticks_ms() #waktu sekarang
val = btn[i].value() #baca nilai pin
if val == 0 and btn_stabil[i] == 1 and not btn_turun[i]:
btn_turun[i] = True #tandai sedang jatuh
btn_turun_t[i] = skrg #catat waktu jatuh
if val == 1: #pin naik lagi sebelum konfirmasi
btn_stabil[i] = 1 #reset stabil
btn_turun[i] = False #batalkan (bounce)
if btn_turun[i] and time.ticks_diff(skrg, btn_turun_t[i]) >= MS_DEBOUNCE:
btn_turun[i] = False #selesai tahap tunggu
btn_stabil[i] = 0 #tandai stabil rendah
if btn[i].value() == 0 and time.ticks_diff(skrg, btn_siap_t[i]) >= MS_COOLDOWN:
btn_siap_t[i] = skrg #perbarui waktu cooldown
return True #tombol valid!
return False #belum valid
def polling_stop():
for i in [0, 2]: #cek BTN START dan STOP
if btn[i].value() == 0: #ada yang ditekan?
time.sleep_ms(MS_DEBOUNCE) #tunggu settle
if btn[i].value() == 0: #masih ditekan? valid
while btn[i].value() == 0: #tunggu dilepas
time.sleep_ms(10)
return True #sinyal stop
return False #tidak ada stop
#=== Fungsi LED ===
def tampil_biner(nilai):
for i in range(4): #cek tiap bit
bit = (nilai >> i) & 1 #ambil bit ke-i
led[i].duty_u16(TERANG_LED if bit else 0) #nyalakan atau matikan
def led_kedip(kali=2, ms=120):
for _ in range(kali): #ulangi sebanyak kali
for l in led: l.duty_u16(TERANG_LED)#semua nyala
time.sleep_ms(ms)
for l in led: l.duty_u16(0) #semua mati
time.sleep_ms(ms)
#=== Fungsi Motor ===
def motor_jalan():
global duty
raw = adc.read_u16() #baca ADC (0-65535)
if abs(raw - duty) > PITA_MATI: #cukup berubah?
duty = raw #perbarui duty
pwm.duty_u16(duty) #set motor
def motor_berhenti()
global duty
pwm.duty_u16(0) #duty 0 = motor mati
duty = 0 #reset duty
#=== Fungsi Tombol SET Timer (ketuk + tahan-ulang) ===
def tangani_set_timer():
global waktu_set, set_tahan_sejak, set_mengulang, set_ulang_t
skrg = time.ticks_ms()
ditekan = btn[1].value() == 0 #cek apakah sedang ditekan
if tombol_ditekan(1): #ketukan valid terdeteksi
waktu_set = (waktu_set + 1) % 16 #tambah 1, wrap 0-15
tampil_biner(waktu_set) #tampilkan di LED
cetak_kejadian(f'SET timer -> {waktu_set}s')
set_tahan_sejak = skrg #mulai hitung tahan
set_mengulang = False #reset fase repeat
if ditekan: #tombol masih ditekan
if set_tahan_sejak == 0:
set_tahan_sejak = skrg
lama = time.ticks_diff(skrg, set_tahan_sejak)
if lama >= MS_TAHAN: #sudah cukup lama ditahan?
if not set_mengulang:
set_mengulang = True #masuk fase auto-repeat
set_ulang_t = skrg
if time.ticks_diff(skrg, set_ulang_t) >= MS_ULANG:
waktu_set = (waktu_set + 1) % 16 #otomatis tambah
tampil_biner(waktu_set)
cetak_kejadian(f'SET timer -> {waktu_set}s (tahan)')
set_ulang_t = skrg
else: #tombol dilepas
set_tahan_sejak = 0
set_mengulang = False
#=== Fungsi Debug Terminal ===
def cetak_kejadian(pesan):
print(f"\n [{time.ticks_ms()//1000:5d}s] >> {pesan}")
def cetak_status(tambahan=''):
raw = adc.read_u16()
persen = raw / 65535 * 100
bar = int(persen / 5)
str_led = ''.join('1' if l.duty_u16() > 0 else '0' for l in led)
str_btn = ''.join(str(1 - b.value()) for b in btn)
print(
f" [{keadaan:<8}] TMR:{waktu_set:2d}s "
f"ADC:{raw:5d} SPD:{persen:5.1f}% "
f"[{'#'*bar}{'.'*(20-bar)}] "
f"LED:{str_led} BTN:{str_btn}"
+ (f" {tambahan}" if tambahan else ''),
end='\r'
)
#=== Program Utama ===
print('\n' + '='*52)
print(' PCB Etching Shaker')
print('='*52)
print(f' ADC GP{PIN_ADC} PWM GP{PIN_PWM} @ {FREK_PWM}Hz')
print(f' LED GP{PIN_LED}')
print(f' BTN GP{PIN_BTN[0]}=START GP{PIN_BTN[1]}=SET GP{PIN_BTN[2]}=STOP')
print('='*52)
print(' START : mulai motor (manual atau timer)')
print(' SET : atur timer (ketuk +1 / tahan naik)')
print(' STOP : hentikan motor')
print('='*52 + '\n')
led_kedip(2) #kedip tanda siap
tampil_biner(0) #tampilkan 0000
while True:
skrg = time.ticks_ms()
if keadaan == 'standby':
tangani_set_timer() #proses tombol SET
if tombol_ditekan(0): #tombol START ditekan
if waktu_set == 0: #timer tidak diset = mode manual
keadaan = 'manual'
motor_jalan()
cetak_kejadian('START — mode MANUAL')
else: #timer diset = mode timer
keadaan = 'timer'
cetak_kejadian(f'START — mode TIMER {waktu_set}s')
if tombol_ditekan(2): #tombol STOP ditekan saat standby
tampil_biner(waktu_set) #refresh tampilan LED
time.sleep_ms(5)
elif keadaan == 'manual':
motor_jalan() #perbarui kecepatan dari potensiometer
if tombol_ditekan(2) or tombol_ditekan(0): #STOP atau START = berhenti
motor_berhenti()
keadaan = 'standby'
tampil_biner(waktu_set)
cetak_kejadian('STOP — kembali standby')
time.sleep_ms(5)
elif keadaan == 'timer':
hitung_mundur = waktu_set #mulai hitungan mundur
motor_jalan() #nyalakan motor
cetak_kejadian(f'TIMER mulai — {hitung_mundur}s')
tik_terakhir = time.ticks_ms()
dihentikan = False
while hitung_mundur > 0: #selama masih ada sisa waktu
tampil_biner(hitung_mundur) #tampilkan sisa waktu di LED
while time.ticks_diff(time.ticks_ms(), tik_terakhir) < 1000:
motor_jalan() #perbarui kecepatan tiap iterasi
if polling_stop(): #cek tombol STOP/START
dihentikan = True
break
skrg_dalam = time.ticks_ms()
if time.ticks_diff(skrg_dalam, cetak_terakhir) >= 100:
cetak_status(f'CTD:{hitung_mundur}s')
cetak_terakhir = skrg_dalam
time.sleep_ms(10)
if dihentikan: #keluar dari loop jika dihentikan
break
tik_terakhir = time.ticks_add(tik_terakhir, 1000)
hitung_mundur -= 1 #kurangi sisa waktu
cetak_kejadian(f'tik — sisa {hitung_mundur}s')
motor_berhenti() #matikan motor
if dihentikan:
cetak_kejadian('S
TOP — timer dibatalkan')
else:
cetak_kejadian('SELESAI — motor mati otomatis')
led_kedip(3, 80) #kedip 3x tanda selesai
keadaan = 'standby'
tampil_biner(waktu_set) #kembalikan tampilan ke nilai set
if time.ticks_diff(skrg, cetak_terakhir) >= 100:
cetak_status()
cetak_terakhir = skrg
F. DIAGRAM
PENGAWATAN
Gambar 3.13 Diagram Pengawatan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. CARA KERJA RANGKAIAN
Sistem
penggoyang PCB otomatis bekerja menggunakan Raspberry Pi Pico sebagai
mikrokontroler utama dengan memanfaatkan tiga pin masukan yang terhubung ke
tombol push button, yaitu tombol counter, start, dan stop. Selain itu, sistem menggunakan empat
LED sebagai indikator biner waktu, sebuah modul driver MOSFET untuk
mengendalikan motor DC, serta potensiometer sebagai pengatur kecepatan motor.
Cara kerja sistem diawali dengan menekan tombol counter untuk menentukan waktu
operasi yang diinginkan. Nilai waktu akan ditampilkan dalam bentuk bilangan
biner melalui LED indikator.
Setelah waktu ditentukan, tombol start
ditekan untuk menjalankan sistem. Raspberry Pi Pico akan mengaktifkan motor DC
melalui modul driver MOSFET dan LED mulai menampilkan hitungan mundur sesuai
waktu yang telah dipilih. Selama proses berlangsung, motor akan terus bergerak
hingga hitungan mencapai nol. Ketika waktu habis, motor akan berhenti secara
otomatis dan sistem kembali ke kondisi awal dengan menampilkan nilai waktu yang
telah dipilih sebelumnya.
Pengaturan kecepatan motor dilakukan
menggunakan potensiometer yang terhubung ke pin ADC Raspberry Pi Pico. Nilai
tegangan yang dihasilkan potensiometer akan dibaca oleh mikrokontroler dan
digunakan untuk mengatur sinyal PWM yang diberikan ke modul driver MOSFET.
Dengan metode ini, kecepatan motor dapat diubah secara langsung selama alat
beroperasi tanpa perlu menghentikan proses terlebih dahulu. Modul driver MOSFET
berfungsi sebagai saklar elektronik yang menghubungkan daya ke motor DC sesuai
sinyal PWM yang diberikan oleh mikrokontroler..
B. FOTO
PROTOTIPE ALAT
Gambar 4.3 Tampilan
samping Alat
Gambar 4.4 Tampilan Atas Alat
V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil
perancangan dan pengujian, alat penggoyang PCB otomatis berbasis Raspberry Pi
Pico dapat bekerja sesuai dengan fungsi yang diharapkan. Sistem mampu mengatur waktu
operasi menggunakan push button, menampilkan nilai waktu melalui LED biner,
serta mengendalikan motor DC untuk menggerakkan wadah etching secara otomatis.
Penggunaan
alat ini membantu mempermudah proses etching PCB karena pengguna tidak perlu
lagi menggerakkan wadah secara manual. Motor dapat bekerja selama waktu yang telah ditentukan
dan akan berhenti secara otomatis ketika hitungan mundur selesai. Selain itu,
kecepatan motor dapat diatur menggunakan potensiometer sehingga proses
penggoyangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Penerapan Raspberry Pi
Pico, modul driver MOSFET, dan motor DC pada alat ini menunjukkan bahwa sistem
otomatis dapat dibuat dengan komponen yang relatif sederhana dan mudah
diperoleh. Alat yang dirancang mampu meningkatkan kenyamanan penggunaan,
mengurangi kontak langsung dengan larutan kimia, serta membantu membuat proses
pembuatan PCB menjadi lebih praktis dan efisien.
VI. REFERENSI
[1] Raspberry Pi Foundation. (2024). RP2040
Datasheet. Cambridge, United Kingdom: Raspberry Pi Trading Ltd.
[2] Raspberry Pi Foundation. (2024). Getting
Started with Raspberry Pi Pico. Cambridge, United Kingdom: Raspberry Pi Press.
[3] Sedra, AS, & Smith, KC. (2020).
Microelectronic Circuits (8th Edition). New York: Oxford University Press.
[4] Horowitz, P, & Hill, W. (2015). The
Art of Electronics (3rd Edition). Cambridge: Cambridge University Press.
[5] Monk, S. (2023). Programming Raspberry
Pi Pico in MicroPython. New York: McGraw-Hill Education.
VII. LAMPIRAN
A.
TAUTAN
DEMONSTRASI ALAT
https://youtu.be/Zgqt7-NdmJg?si=Ht7Ds6HJ1OIfW_Bk
B.
TAUTAN PRESENTASI
https://canva.link/dl13flpz6lluoee


Komentar
Posting Komentar