ROBOT LINE FOLLOWER DENGAN SISTEM DOKUMENTASI OBJEK OTOMATIS
ROBOT
LINE FOLLOWER DENGAN SISTEM DOKUMENTASI OBJEK OTOMATIS
Andra
Akhmat Maulana1, Hasbullah Mahmud Rusdiardi2, Naufal Rehan Dwi Sakho3, Shafriel Afido Indratma4
Jurusan Teknik Elektro, Prodi Teknologi Rekayasa
Elektronika, Politeknik Negeri Semarang
Jl.
Prof. Soedarto, Tembalang, Kec, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50275
1andra.43423106@mhs.polines.ac.id
2hasbullah.43423112@mhs.polines.ac.id
3naufal.43423118@mhs.polines.ac.id
4shafriel.43423124@mhs.polines.ac.id
INTISARI
– Perkembangan otomasi memicu kebutuhan akan sistem pengawasan area yang
efisien tanpa ketergantungan pada operator manusia secara langsung. Artikel ini
membahas pengembangan prototipe robot patroli otomatis berbasis Raspberry Pi 4
yang mampu bernavigasi mandiri mengikuti jalur menggunakan sensor line
follower. Sistem ini mengintegrasikan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk
mendeteksi objek, lalu secara otomatis menghentikan robot dan mengambil
dokumentasi visual menggunakan Pi Camera. Melalui integrasi sistem terbenam
ini, proses monitoring dan dokumentasi objek dapat berjalan lebih mandiri,
aman, dan efisien.
Kata
Kunci: Raspberry Pi 4, Line Follower, HC-SR04, Pi Camera,
Robot Patroli Otomatis
I.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Perkembangan
teknologi otomasi dan sistem robotika saat ini telah memicu transformasi besar
dalam sistem pengawasan keamanan dan patroli area. Metode pemantauan
konvensional yang mengandalkan kehadiran operator manusia secara langsung di
lapangan sering kali menghadapi kendala keterbatasan fisik, kelelahan, serta
risiko keselamatan pada area-area berbahaya. Oleh karena itu, kebutuhan akan
perangkat bergerak otonom yang mampu menjalankan fungsi patroli secara mandiri
dan berkala menjadi sangat krusial untuk meningkatkan efisiensi pengawasan.
Sebagai
solusi atas keterbatasan pemantauan manual tersebut, dirancang sebuah robot
patroli otomatis otonom berbasis Single Board Computer (SBC) Raspberry
Pi 4. Navigasi utama robot dirancang agar mampu bergerak mandiri mengikuti
jalur pemandu fisik yang telah ditentukan menggunakan sensor line follower
inframerah. Penggunaan basis komputer mini ini memberikan keunggulan komputasi
yang bertenaga untuk mengolah data sensor secara real-time sekaligus
mengendalikan pergerakan motor penggerak secara presisi.
Guna
mengoptimalkan fungsi patroli, sistem ini mengintegrasikan sensor ultrasonik
HC-SR04 sebagai pendeteksi keberadaan objek atau rintangan fisik di depan
robot. Ketika rintangan terdeteksi pada jarak kritis, robot secara otomatis
akan menghentikan lajunya dan mengaktifkan sistem dokumentasi visual berbasis
Pi Camera untuk mengambil gambar objek tersebut. Melalui integrasi sistem
terbenam (embedded system) ini, proses monitoring area serta
pendokumentasian rintangan dapat berjalan secara otonom, aman, dan efisien
tanpa memerlukan intervensi operator manusia.
B. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
merancang sasis dan sistem navigasi robot patroli otonom berbasis Raspberry Pi
4 yang mampu mengikuti jalur lintasan secara mandiri menggunakan sensor line
follower?
2. Bagaimana
mengintegrasikan sensor ultrasonik HC-SR04 ke dalam pin GPIO Raspberry Pi 4
agar mampu mengukur jarak rintangan di depan robot dengan presisi?
3. Bagaimana
menyusun algoritma interupsi otonom pada embedded system untuk
menghentikan pergerakan motor DC dan mengaktifkan Pi Camera untuk pengambilan
foto objek secara otomatis?
C. Tujuan
1. Merancang
dan membangun sistem mekanis serta navigasi robot patroli otonom berbasis
Raspberry Pi 4 yang mampu melacak jalur lintasan secara mandiri.
2. Mengintegrasikan
sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai sistem pemindai jarak guna mendeteksi
keberadaan objek penghalang di area lintasan secara aktual.
3. Mengembangkan
algoritma kontrol interupsi otonom untuk menghentikan laju robot secara
otomatis dan mengeksekusi pengambilan dokumentasi visual via Pi Camera saat
mendeteksi rintangan.
II.
METODOLOGI
A. Studi
Literatur: Mengumpulkan informasi ilmiah dari berbagai jurnal
terkait instrumen monitoring daya, kalkulasi nilai RMS, arsitektur
mikrokontroler Raspberry Pi Pico, sensor ZMPT101B, dan sensor ACS712.
B. Perancangan
Sistem: Merancang diagram blok aliran data otonom yang
mencakup komponen masukan (sensor jarak, sensor garis, kamera), unit prosesor
pusat, dan unit keluaran aktuator motor.
C. Pembuatan
Perangkat Keras: Merakit sasis fisik robot (differential
drive) serta melakukan pengawatan jalur kabel GPIO dari pin Raspberry Pi 4
menuju driver L298N mini dan sensor pendukung.
D. Pemrograman
Mikrokontroler: Menulis skrip kode program utama
menggunakan bahasa Python untuk menanamkan algoritma navigasi pembaca jalur
serta instruksi interupsi kamera otonom.
E. Pengujian
dan Kalibrasi: Menguji responsitas sensor line
follower pada jalur lintasan serta mengkalibrasi akurasi jarak pembacaan
sensor ultrasonik pada batas zona kritis.
F. Evaluasi
dan Penyempurnaan: Menganalisis stabilitas robot saat
bergerak mengikuti garis, ketepatan logika berhenti saat mendeteksi rintangan,
serta proses penyimpanan file dokumentasi foto.
G. Dokumentasi
dan Laporan: Menyusun laporan teknis hasil pengujian
praktikum, memetakan daftar koneksi GPIO, serta mengarsipkan draf final
publikasi kelompok.
III.
KAJIAN PUSTAKA
A. Komponen
1. Raspberry
Pi 4

Gambar 3.1 Raspberry Pi 4
Menurut literatur embedded
system, Raspberry Pi 4 dikategorikan sebagai Single Board Computer
(SBC) berarsitektur RISC yang menggunakan prosesor Quad-core ARM Cortex-A72.
Dalam sistem robotika otonom, SBC ini tidak hanya berfungsi sebagai unit
pemroses data sekuensial biasa, melainkan sebagai pengendali utama (main
controller) yang mengelola multithreading operation. Kemampuan ini
memungkinkannya mengolah data kinematika dari sensor garis secara paralel
bersamaan dengan kalkulasi gelombang ultrasonik dan kompresi data gambar visual
dari modul kamera.
2. Sensor
Ultrasonik HC-SR04
![Gambar 4. Sensor Ultrasonik HC-SR04 [12] | Download Scientific Diagram](file:///C:/Users/VEELS/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.jpg)
Gambar 3.2 Sensor Ultrasonik HC-SR04
Berdasarkan jurnal
instrumentasi elektronika, sensor HC-SR04 adalah perangkat pengukur jarak
non-kontak berbasis transduser piezoelektrik. Prinsip kerjanya sesuai dengan
teori akustik, di mana pin pemicu (TRIG) melepas pulsa gelombang sonik
frekuensi tinggi (40kHz) dan pin pantulan (ECHO) menghitung durasi waktu rambat
bolak-balik gelombang setelah membentur objek. Data waktu tersebut kemudian
dikonversi menjadi satuan jarak fisis (cm) berdasarkan kecepatan rambat bunyi
di udara (340m/s).
3. Sensor
Garis IR

Gambar 3.3 Sensor Garis IR
Sensor pelacak garis (line
tracker) ini bekerja berdasarkan prinsip dasar optoelektronika memanfaat
pasangan Infrared Emitting Diode (LED IR) sebagai pemancar cahaya dan
photodiode (atau phototransistor) sebagai penerima pantulan. Sesuai dengan
hukum refleksi cahaya ilmiah, permukaan berwarna putih akan memantulkan
sebagian besar cahaya inframerah sehingga memicu output logika biner rendah (Low)
pada sensor. Sebaliknya, garis lintasan berwarna hitam akan menyerap radiasi
inframerah, menghasilkan output logika biner tinggi (High) yang dibaca
oleh pin GPIO kontroler.
4. Driver
Motor L298N Mini & Motor DC

Gambar 3.4 Driver Motor L298N Mini & Motor DC
Driver L298N mini
dirancang sebagai penguat daya (power amplifier circuit) terintegrasi
yang menerapkan topologi jembatan-H ganda (Dual H-Bridge). Komponen ini
sangat penting dalam sistem robotika untuk memisahkan catu daya digital (logic
supply) dari catu daya induktif motor DC (power supply) guna
mencegah efek back-EMF (arus balik magnetik) yang dapat merusak
mikrokontroler. Pengendalian putaran motor dilakukan secara linear melalui
teknik Pulse Width Modulation (PWM) dari pin GPIO Raspberry Pi.
5. Pi
Camera / Web Cam

Gambar 3.5 Pi Camera / Web Cam
Modul kamera digital yang
terhubung melalui bus Camera Serial Interface (CSI) pada Raspberry Pi
menawarkan transmisi data piksel mentah berkecepatan tinggi langsung ke
prosesor tanpa membebani jalur bus USB. Komponen ini bertindak sebagai aktuator
dokumentasi otonom yang dipicu oleh instruksi berbasis interupsi perangkat
lunak (software-triggered interrupt) saat kondisi jarak spasial dari
objek terpenuhi.
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Prinsip
Kerja
1. Pembacaan
Parameter Lingkungan: Sensor line follower
inframerah (kiri dan kanan) membaca nilai kontras warna jalur lintasan untuk
memberikan panduan navigasi kemudi otonom , sedangkan di saat bersamaan sensor
ultrasonik HC-SR04 memancarkan gelombang untuk mengukur jarak rintangan di
depan robot secara kontinu.
2. Pemrosesan
Data Kontrol: Raspberry Pi 4 secara berkala mengevaluasi
prioritas input data. Selama data jarak dari sensor ultrasonik berada di zona
aman (Jarak > 25cm), kontroler akan memproses data sensor line follower
untuk menggerakkan motor DC kiri dan kanan mengikuti rute garis.
3. Logika
Interupsi Dokumentasi Otomatis: Apabila
sensor ultrasonik mendeteksi objek berada pada jarak kritis di bawah 20cm,
kontroler akan memotong loop navigasi, menghentikan laju robot secara mendadak
, lalu mengeksekusi perintah otonom untuk mengambil dokumentasi visual berupa
foto objek melalui Pi Camera. Robot akan tetap berada di area transisi tersebut
hingga objek disingkirkan dan setelah jarak kembali longgar (>25cm), robot
secara otonom melanjutkan misi patrolinya.
B. Diagram
Blok

Gambar 4.1 Diagram blok
C. Diagram
Alir

Gambar 4.2 Diagram alir
D. Rangkaian
Skematik

Gambar 4.3 Rangkaian skematik
E. Program
V.
KESIMPULAN
Proyek ini berhasil
mengintegrasikan sistem line follower, sensor ultrasonik HC-SR04, driver motor,
dan Pi Camera dalam satu sistem otomatis. Robot mampu mengikuti jalur secara
mandiri, mendeteksi objek pada jarak tertentu, menghentikan pergerakan saat
objek terdeteksi, mengambil foto objek, serta melanjutkan patroli setelah objek
tidak berada di area deteksi. Sistem ini menunjukkan penerapan sensor,
aktuator, dan pengolahan data yang bekerja secara terintegrasi pada robot
patroli cerdas.
VI.
Link PPT
https://canva.link/bdhffxaxgj11gva
VII.
Referensi
Muflih,
A., Nurjaya, & Ammase, S. (2025). Rancang Bangun Robot Line Follower
Otomatisasi dengan Sensor Cerdas. Innovatech of Computer Engineering
(JICE).
https://ejournal.umkota.ac.id/index.php/JICE/article/view/18
VIII. Link
YouTube
Komentar
Posting Komentar