ROBOT PENGHINDAR RINTANGAN DENGAN KENDALI GESTUR CERDAS
ROBOT PENGHINDAR RINTANGAN DENGAN KENDALI GESTUR CERDAS
Aldino Sultansyah1, Frisca Syaharani2,
Muhammad Satrio Adhy3, Salsabila Chairunisa4
Jurusan Teknik Elektro, Prodi Teknologi Rekayasa Elektronika, Politeknik
Negeri Semarang
Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah,
50275
1aldino.43423003@mhs.polines.ac.id, 2frisca.43423009@mhs.polines.ac.id, 3satrio.43423015@mhs.polines.ac.id, 4salsabila.43423022@mhs.polines.ac.id
Abstrak
Interaksi berbasis gestur tangan berkembang sebagai
alternatif kendali sistem tanpa kontak fisik, namun sistem kendali gestur murni
memiliki keterbatasan karena pergerakan robot sepenuhnya bergantung pada
penilaian visual pengguna, sehingga berisiko menimbulkan tabrakan terhadap
halangan yang tidak disadari. Penelitian ini mengembangkan robot penghindar
rintangan yang dikendalikan melalui gestur tangan berbasis kamera dan pustaka
MediaPipe Hands, dengan sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai lapisan keselamatan reaktif
yang memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan perintah gestur pengguna.
Seluruh proses pengolahan citra, pembacaan sensor, dan pengendalian aktuator
dijalankan pada satu platform Raspberry Pi 4B, sehingga sistem berjalan sebagai
satu kesatuan perangkat embedded tanpa memerlukan server eksternal.
Sistem dirancang untuk mengenali lima jenis gestur tangan (berhenti, mundur,
maju, belok kiri, dan belok kanan) serta secara otomatis mengambil alih kendali
ketika sensor ultrasonik mendeteksi halangan pada jarak kurang dari 10 cm,
sehingga robot tetap responsif terhadap perintah pengguna namun tetap aman dari
risiko tabrakan. Pengujian sistem dilakukan dengan pendekatan black-box
testing terhadap modul pengenalan gestur, modul penghindaran halangan, dan
mekanisme prioritas antar keduanya, dengan parameter yang diamati meliputi
akurasi pengenalan gestur, waktu tanggap sistem terhadap halangan, serta
konsistensi perilaku motor DC, LED, dan buzzer terhadap kondisi yang
diberikan.
Kata kunci: Kendali Gestur, MediaPipe,
Sensor Ultrasonik HC-SR04, Raspberry Pi, Robot Penghindar Rintangan
1. LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi robotika dan kecerdasan
buatan (artificial intelligence) telah mendorong munculnya berbagai
metode interaksi baru antara manusia dan mesin. Salah satu metode yang
berkembang pesat adalah interaksi berbasis gestur tangan, yaitu pendekatan yang
memungkinkan pengguna mengendalikan suatu sistem tanpa harus menyentuh
perangkat fisik seperti joystick, tombol, atau saklar. Pendekatan ini dinilai
lebih intuitif karena meniru cara manusia berkomunikasi secara alami melalui
gerakan tangan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perangkat kendali
tambahan.
Salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk
mendukung interaksi tersebut adalah MediaPipe, yaitu sebuah framework
pengolahan citra (computer vision) yang mampu mendeteksi dan melacak
titik landmark tangan secara real-time. Keandalan MediaPipe dalam
mengenali gestur telah dibuktikan pada berbagai penelitian. Grasanando (2024)
mengembangkan sistem pengendalian karakter permainan digital menggunakan gestur
tangan berbasis MediaPipe dan OpenCV, dengan beberapa jenis gestur berhasil
dikenali secara sempurna. Pada ranah robotika, Prasetya, Subairi, dan Rabi’
(2026) menerapkan MediaPipe untuk mengendalikan robot lengan melalui kombinasi
gerakan jari dan arah tangan dengan tingkat keberhasilan pengenalan yang
tinggi, sedangkan Zarkasi dkk. (2026) memanfaatkan kamera Raspberry Pi yang
diproses dengan MediaPipe Hands untuk mengendalikan robot pengantar obat
melalui gestur jari, dengan tingkat keberhasilan yang baik pada berbagai jarak
deteksi.
Meskipun demikian, sistem kendali yang murni
mengandalkan gestur tangan memiliki keterbatasan, yaitu pergerakan robot
sepenuhnya bergantung pada penilaian visual pengguna terhadap kondisi di
sekitar robot. Ketika pengguna memberikan perintah gerak melalui gestur, robot
tidak memiliki mekanisme mandiri untuk mengetahui adanya halangan yang mungkin
berada di luar jangkauan penglihatan atau perhatian pengguna, sehingga berisiko
menimbulkan tabrakan. Oleh karena itu, diperlukan lapisan keselamatan tambahan yang
bekerja secara otomatis dan independen dari perintah pengguna.
Sensor ultrasonik HC-SR04 merupakan salah satu
solusi yang umum digunakan untuk mendeteksi halangan karena harganya terjangkau
dan cukup akurat untuk jarak dekat. Walingkas, Najoan, dan Sugiarso (2019)
memadukan sensor HC-SR04 dengan mini computer Raspberry Pi sebagai
pemandu robot beroda terhadap halangan dan membuktikan sensor tersebut mampu
membaca jarak secara andal pada objek berpermukaan padat. Wibowo dan Triyanto
(2024) memadukan sensor HC-SR04 dengan metode fuzzy logic controller
untuk menentukan sudut belok robot penghindar halangan dengan akurasi belok
mencapai 90%, sementara M. Amirul Ummah F.A.B. (2023) merancang robot
penghindar halangan menggunakan metode kontrol PID agar respons pergerakan
robot terhadap pembacaan sensor jarak berlangsung lebih halus dan stabil.
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini
mengembangkan robot penghindar rintangan yang dikendalikan melalui gestur
tangan berbasis kamera dan MediaPipe, dengan sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai
lapisan keselamatan yang bekerja secara reaktif dan memiliki prioritas lebih
tinggi dibandingkan perintah gestur. Seluruh proses pengolahan citra, pembacaan
sensor, dan pengendalian aktuator dijalankan pada satu platform Raspberry Pi
4B, sehingga sistem dapat berjalan sebagai satu kesatuan perangkat embedded
tanpa memerlukan server eksternal, sejalan dengan capaian pembelajaran mata
kuliah Praktikum Sistem Terbenam mengenai integrasi sensor, aktuator, dan unit
pemrosesan dalam satu sistem yang utuh.
2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan,
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana
merancang sistem pengenalan gestur tangan menggunakan kamera dan pustaka
MediaPipe Hands agar dapat dijadikan media kendali pergerakan robot?
2. Bagaimana
mengimplementasikan sensor ultrasonik HC-SR04 pada Raspberry Pi agar mampu
mendeteksi jarak halangan di depan robot secara real-time?
3. Bagaimana
merancang mekanisme prioritas sistem sehingga instruksi keselamatan
(penghindaran halangan) dapat mengambil alih perintah gestur pengguna ketika
halangan terdeteksi pada jarak kurang dari 10 cm?
4. Bagaimana
kinerja sistem gabungan kendali gestur dan penghindaran halangan dalam
merespons perintah gerak (maju, mundur, belok kiri, belok kanan, dan berhenti)
serta menghindari tabrakan secara otomatis?
3. BATASAN MASALAH
Agar pembahasan lebih terarah, penelitian ini dibatasi pada hal-hal
berikut.
1. Gestur
tangan yang dikenali sistem dibatasi pada lima jenis, yaitu gestur OK
(berhenti), kepalan tangan (mundur), lima jari terbuka (maju), dua jari (belok
kiri), dan satu jari (belok kanan).
2. Deteksi
gestur dilakukan menggunakan pustaka MediaPipe Hands dengan citra masukan dari
kamera Raspberry Pi (PiCamera) tanpa melibatkan kamera eksternal lain.
3. Deteksi
halangan hanya menggunakan satu unit sensor ultrasonik HC-SR04 yang diarahkan
ke bagian depan robot, dengan ambang batas jarak aman ditetapkan sebesar 10 cm.
4. Kecepatan
pergerakan motor DC ditetapkan pada nilai tetap (duty cycle 0,5) dan
tidak menggunakan kendali kecepatan berbasis PID.
5. Sistem
tidak membahas navigasi mandiri berbasis peta (mapping/SLAM); pergerakan
robot bersifat reaktif terhadap gestur pengguna dan halangan yang terdeteksi
secara langsung.
6. Pengujian
sistem dilakukan pada permukaan lantai datar di dalam ruangan (indoor) dengan
kondisi pencahayaan yang cukup untuk mendukung akurasi deteksi gestur.
7. Objek
halangan yang diuji terbatas pada benda dengan permukaan padat yang mampu
memantulkan gelombang ultrasonik secara baik.
4. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengembangkan
sistem pengenalan gestur tangan menggunakan kamera dan mediapipe sebagai media
kendali pergerakan robot;
2.
Mengimplementasikan
sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi jarak objek/halangan di sekitar
robot secara real-time;
3.
Mengintegrasikan
sistem kendali gestur dengan sistem penghindaran halangan (obstacle
avoidance) agar robot dapat bergerak secara aman dan responsif; dan
4.
Menguji
kemampuan robot dalam menjalankan perintah gerak (maju, mundur, belok kiri,
belok kanan, dan berhenti) sekaligus menghindari tabrakan secara otomatis.
5. KAJIAN PUSTAKA
5.1
Raspberry Pi 4B
Komputer papan tunggal (single-board
computer) yang berfungsi sebagai unit pemrosesan utama pada sistem robot
ini. Dilengkapi prosesor quad-core Broadcom BCM2711 berbasis ARM
Cortex-A72, RAM hingga 8 GB, serta antarmuka konektivitas seperti USB 3.0, USB
2.0, Gigabit Ethernet, dan dua port micro-HDMI. Menjalankan program pengolahan
citra menggunakan pustaka MediaPipe Hands, membaca data sensor ultrasonik,
serta mengatur keluaran ke motor DC, LED, dan buzzer.
Gambar 1. Raspberry Pi 4B
5.2
Sensor Ultrasonik HC-SR04
Memancarkan gelombang ultrasonik
melalui pin Trig, lalu menghitung selisih waktu hingga pantulan gelombang
diterima kembali melalui pin Echo. Selisih waktu dikonversi menjadi jarak.
Mampu mengukur jarak sekitar 2–400 cm, digunakan untuk menghentikan/mengalihkan
gerak robot bila halangan terdeteksi kurang dari 10 cm.
Gambar 2. Sensor Ultrasonik HC-SR04
5.3 Kamera
Raspberry (Pi Camera)
Terhubung ke
Raspberry Pi melalui antarmuka CSI menggunakan kabel pita fleksibel (FPC).
Menangkap frame citra tangan pengguna secara real-time, diproses
oleh MediaPipe Hands untuk mengekstraksi titik landmark tangan yang
diterjemahkan menjadi perintah gerak.
Gambar
3. Raspberry (Pi Camera)
5.4 Motor DC
Aktuator penggerak roda robot,
bekerja berdasarkan interaksi medan magnet permanen (stator) dengan medan
magnet kumparan (rotor) yang dialiri arus listrik. Kecepatan ditetapkan pada duty
cycle tetap 0,5, arah putaran diatur melalui driver motor.
Gambar
4. Motor DC
5.5 LED
Indikator visual kondisi sistem. LED
hijau menyala saat kondisi normal (aman dari halangan), LED merah menyala saat
sensor ultrasonik mendeteksi halangan dalam jarak kurang dari ambang batas
aman.
Gambar
5. LED
5.6 Buzzer
Menghasilkan bunyi dari getaran
diafragma piezoelektrik saat diberi tegangan. Memberi peringatan audio kepada
pengguna saat halangan terdeteksi, agar pengguna waspada tanpa harus melihat
indikator LED.
Gambar
6. Buzzer
6. METODOLOGI PENELITIAN
6.1 Jenis Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode rancang bangun (design and build) yang bersifat terapan
(applied), meliputi tahapan studi literatur, perancangan perangkat keras dan
perangkat lunak, integrasi sistem, pengujian, dan analisis hasil pengujian.
6.2 Diagram Blok
Sistem
Gambar 7. Diagram Blok
Sistem
6.4 Diagram Alir
Sistem
Gambar 8. Diagram Alir Sistem
6.5 Skematik Rangkaian
Gambar 9. Rangkaian
Skematik
6.5 Program
from gpiozero import
DistanceSensor, Motor, LED, Buzzer
from picamera2 import
Picamera2
import mediapipe as mp
import cv2
import time
import math
#
========================
# SENSOR ULTRASONIK
#
========================
sensor =
DistanceSensor(echo=23, trigger=24, max_distance=4)
#
========================
# MOTOR
#
========================
motor_kiri =
Motor(forward=17, backward=27)
motor_kanan =
Motor(forward=22, backward=5)
#
========================
# OUTPUT
#
========================
led_hijau = LED(16)
led_merah = LED(20)
buzzer = Buzzer(18)
BATAS = 10
KECEPATAN = 0.5
#
========================
# COOLDOWN OBSTACLE
#
========================
last_obstacle_time = 0
OBSTACLE_COOLDOWN = 6
#
========================
# KAMERA
#
========================
kamera = Picamera2()
kamera.configure(kamera.create_video_configuration(main={"size":
(640, 480)}))
kamera.start()
time.sleep(2)
#
========================
# MEDIAPIPE
#
========================
mp_hands =
mp.solutions.hands
hands = mp_hands.Hands(
max_num_hands=1,
min_detection_confidence=0.7,
min_tracking_confidence=0.7
)
gambar =
mp.solutions.drawing_utils
#
========================
# MOTOR CONTROL
#
========================
def maju():
motor_kiri.forward(KECEPATAN)
motor_kanan.forward(KECEPATAN)
def mundur():
motor_kiri.backward(KECEPATAN)
motor_kanan.backward(KECEPATAN)
def kiri():
motor_kiri.backward(0.3)
motor_kanan.forward(0.5)
def kanan():
motor_kiri.forward(0.5)
motor_kanan.backward(0.3)
def stop():
motor_kiri.stop()
motor_kanan.stop()
#
========================
# SENSOR JARAK
#
========================
def baca_jarak():
try:
return sensor.distance * 100
except:
return 999
#
========================
# HITUNG JARI
#
========================
def hitung_jari(lm):
total = 0
# jempol
if lm[4].x < lm[3].x:
total += 1
for i in [8, 12, 16, 20]:
if lm[i].y < lm[i - 2].y:
total += 1
return total
#
========================
# JARAK OK GESTURE
#
========================
def jarak(a, b):
return math.sqrt((a.x - b.x)**2 + (a.y -
b.y)**2)
#
========================
# DETEKSI GESTURE
#
========================
def deteksi():
frame = kamera.capture_array()
frame = cv2.cvtColor(frame,
cv2.COLOR_RGB2BGR)
frame = cv2.flip(frame, 1)
rgb = cv2.cvtColor(frame,
cv2.COLOR_BGR2RGB)
hasil = hands.process(rgb)
status = "NONE"
if hasil.multi_hand_landmarks:
tangan = hasil.multi_hand_landmarks[0]
gambar.draw_landmarks(
frame,
tangan,
mp.solutions.hands.HAND_CONNECTIONS
)
lm = tangan.landmark
# ========================
# PRIORITAS GESTURE
# ========================
# 👌 OK gesture (thumb + index dekat)
if jarak(lm[4], lm[8]) < 0.05:
status = "OK"
# 👊 FIST
elif hitung_jari(lm) == 0:
status = "FIST"
# ✋ 5 jari
elif hitung_jari(lm) == 5:
status = "MAJU"
# ✌️ 2 jari
elif hitung_jari(lm) == 2:
status = "KIRI"
# ☝️ 1 jari
elif hitung_jari(lm) == 1:
status = "KANAN"
cv2.putText(frame, status, (20, 40),
cv2.FONT_HERSHEY_SIMPLEX,
1, (0, 255, 0), 2)
cv2.imshow("ROBOT GESTURE",
frame)
return status
#
========================
# OBSTACLE ALERT
#
========================
def obstacle_alert():
global last_obstacle_time
print("HALANGAN < 10CM")
stop()
led_merah.on()
led_hijau.off()
buzzer.on()
time.sleep(0.2) # 🔥 SUDAH DIUBAH 0.5 DETIK
buzzer.off()
print("MUNDUR")
mundur()
time.sleep(1.2)
stop()
last_obstacle_time = time.time()
#
========================
# MAIN PROGRAM
#
========================
try:
print("ROBOT AKTIF")
while True:
jarak_sensor = baca_jarak()
aksi = deteksi()
print(f"JARAK: {jarak_sensor:.1f}
cm | GESTURE: {aksi}")
# ========================
# PRIORITAS 1: OBSTACLE
# ========================
if jarak_sensor <= BATAS:
if time.time() - last_obstacle_time
> OBSTACLE_COOLDOWN:
obstacle_alert()
continue
led_hijau.on()
led_merah.off()
# ========================
# PRIORITAS 2: GESTURE
# ========================
if aksi == "OK":
print("OK 👌 STOP")
stop()
elif aksi == "FIST":
print("FIST → MUNDUR")
mundur()
time.sleep(0.8)
stop()
elif aksi == "MAJU":
print("MAJU")
maju()
elif aksi == "KIRI":
print("KIRI")
kiri()
elif aksi == "KANAN":
print("KANAN")
kanan()
else:
stop()
if cv2.waitKey(1) & 0xFF ==
ord("q"):
break
except KeyboardInterrupt:
print("PROGRAM DIHENTIKAN")
finally:
stop()
kamera.stop()
cv2.destroyAllWindows()
buzzer.off()
led_hijau.off()
led_merah.off()
7. HASIL DAN
PEMBAHASAN
Gambar 10. Dua jari → belok
kiri (roda kiri mundur pelan, roda kanan maju)
Gambar 11. Kepalan/FIST →
mundur 0,8 detik lalu berhenti
Gambar 12. Lima jari terbuka
→ maju terus selama gestur ini masih terdeteksi
Gambar 13. OK → berhenti
Gambar 14. Satu jari → belok
kanan (roda kiri maju, roda kanan mundur pelan)
Gambar 15. Jarak <10 cm
buzzer bunyi, mundur
Cara Kerja:
Saat program mulai dijalankan, sistem
pertama-tama melakukan inisialisasi pada seluruh komponen perangkat keras
seperti sensor ultrasonik pada pin echo 23 dan trigger 24, dua motor DC untuk
penggerak roda, indikator LED serta buzzer, dan melakukan pemanasan kamera
Raspberry Pi beresolusi 640×480 selama dua detik. Bersamaan dengan itu, pustaka
MediaPipe Hands juga dikonfigurasi untuk mendeteksi maksimal satu tangan dengan
ambang batas kepercayaan sebesar 0,7. Setelah proses persiapan selesai, program
memasuki siklus perulangan utama di mana sistem melakukan pembacaan jarak
halangan dan pemrosesan frame kamera secara paralel. Data titik landmark
dari kamera kemudian diolah untuk menghitung jumlah jari yang terbuka serta
mengukur jarak antara ujung jempol dan telunjuk guna mengenali gestur tertentu
secara presisi. Dalam proses pengoperasiannya, sistem ini sangat mengutamakan
keselamatan melalui mekanisme prioritas operasional; apabila sensor membaca
jarak halangan kurang dari atau sama dengan 10 cm, maka seluruh instruksi
gestur dari pengguna akan langsung diabaikan. Sebagai gantinya, sistem akan
mengaktifkan rutinitas peringatan darurat dengan jeda cooldown enam
detik agar robot tidak bergerak secara error (berhenti-mundur
terus-menerus), di mana motor akan dihentikan, LED merah menyala, buzzer
berbunyi sesaat, dan robot otomatis bergerak mundur selama 1,2 detik untuk
menghindari tabrakan. Namun, jika jarak halangan dinilai aman karena lebih dari
10 cm, sistem akan beroperasi normal dengan menyalakan LED hijau dan siap
mengeksekusi perintah berbasis gestur yang tertangkap kamera. Robot akan
merespons dengan maju terus saat melihat lima jari terbuka, mundur sebentar
jika mendeteksi kepalan tangan (FIST), serta berbelok ke kiri atau ke kanan
secara perlahan sesuai dengan gestur dua atau satu jari yang diberikan. Apabila
pengguna menunjukkan gestur 'OK' atau sistem tidak mendeteksi adanya tangan
sama sekali, robot akan langsung berhenti. Seluruh rangkaian operasi ini akan
terus berjalan secara real-time hingga pengguna menghentikannya secara
manual dengan menekan tombol 'q' pada jendela tampilan atau melakukan interupsi
keyboard (Ctrl+C), yang akan memicu blok finally untuk
menghentikan motor, menutup akses kamera, serta memadamkan seluruh indikator
sehingga perangkat benar-benar berakhir dalam keadaan yang sepenuhnya aman.
8.
KESIMPULAN
1. Sistem berhasil mengintegrasikan
pengenalan gestur tangan berbasis kamera dan MediaPipe Hands dengan sensor
ultrasonik HC-SR04 sebagai lapisan keselamatan, sesuai dengan tujuan utama
penelitian.
2. Mekanisme prioritas berjalan sesuai
rancangan: instruksi keselamatan (penghindaran halangan) selalu didahulukan di
atas perintah gestur pengguna ketika halangan terdeteksi pada jarak kurang dari
10 cm, sehingga risiko tabrakan dapat dicegah secara otomatis dan independen
dari kesadaran pengguna terhadap kondisi sekitar.
3. Penambahan mekanisme cooldown
6 detik terbukti efektif mencegah robot berulang kali mengeksekusi rutinitas
berhenti-mundur-berbunyi secara terus-menerus selagi halangan masih berada
dalam jangkauan deteksi, sehingga respons sistem lebih halus dan tidak
berlebihan.
4. Kelima perintah gerak (maju, mundur,
belok kiri, belok kanan, dan berhenti) dapat dipetakan secara konsisten dari
kombinasi jumlah jari dan jarak antar-landmark tangan, menunjukkan bahwa
pendekatan berbasis MediaPipe Hands cukup andal untuk kebutuhan kendali gestur
pada robot ini.
5. Seluruh proses pengolahan citra,
pembacaan sensor, pengambilan keputusan prioritas, dan pengendalian aktuator
berjalan pada satu platform Raspberry Pi 4B, membuktikan bahwa sistem dapat
berfungsi sebagai satu kesatuan perangkat embedded tanpa memerlukan
komputasi/server eksternal.
9. DAFTAR PUSTAKA
Grasanando.
(2024). Implementasi Pengendalian Karakter Game Mobile Legends Berbasis Gesture
Tangan Menggunakan MediaPipe. Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi
(JNKTI).
M. Amirul Ummah F.A.B. (2023).
Rancang Bangun Robot Penghindar Halangan Dengan Metode PID. Jurnal Teknik
Mesin, Industri, Elektro dan Informatika, 2(3), 212–222.
https://doi.org/10.55606/jtmei.v2i3.2352
Prasetya,
A. Y., Subairi, & Rabi’, A. (2026). Deteksi Gestur Tangan Menggunakan Computer Vision Untuk
Pengendalian Robot Lengan. Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical
Technology), 5(1), 18–25. https://doi.org/10.70609/metrotech.v5i1.7662
Walingkas, I. S., Najoan, M. E. I.,
& Sugiarso, B. A. (2019). Perpaduan Sensor Ultrasonik Dengan Mini
Computer Raspberry Pi Sebagai Pemandu Robot Beroda. Jurnal Teknik Elektro
dan Komputer, 8(3), 121–132. https://doi.org/10.35793/jtek.v8i3.26564
Wibowo,
A. K., & Triyanto, I. (2024). Robot Car Arduino Ultrasonic Sensor HC-SR04
Dengan Metode Fuzzy Logic Controller. IKRAM: Jurnal Ilmu Komputer Al Muslim,
3(2), 68–78.
Zarkasi,
A., Pradnyananda, G., Sembiring, S., Prasetyo, A. P. P., Firnando, R. R., &
Abdurahman, A. (2026). Implementation
of Finger Gesture-Based Medicine Delivery Robot Control System with MediaPipe. Journal
of Electrical, Electronic, Information, and Communication Technology, 8(1),
20–26. https://doi.org/10.20961/jeeict.8.1.108142
Penulis
atas nama Aldino Sultansyah dilahirkan di Semarang, 2 Desember 2005. Penulis
telah menempuh pendidikan formal di SD Negeri Tambakaji 04, SMP Negeri 16
Semarang, dan SMK Penerbangan Semarang. Tahun 2023 penulis menyelesaikan
pendidikannya di SMK. Pada tahun 2023 penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru
Sarjana Terapan (D4) dan diterima menjadi mahasiswa baru Sarjana Terapan (D4)
dikampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan Program Studi D4 Teknologi
Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM. 4.34.23.0.03. Apabila ada
kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa via email: aldino.43423003@mhs.polines.ac.id
Penulis atas nama Frisca Syaharani dilahirkan di Kab.
Semarang, 29 September 2005. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SD
Negeri 04 Banyubiru, SMP Negeri 01 Banyubiru, dan SMK Negeri 2 Salatiga. Tahun
2023 penulis menyelesaikan pendidikannya di SMK. Pada tahun 2023 penulis
mengikuti seleksi mahasiswa baru Sarjana Terapan (D4) dan diterima menjadi
mahasiswa baru Sarjana Terapan (D4) dikampus Politeknik Negeri Semarang
(Polines) dengan Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan
Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM. 4.34.23.0.09. Apabila ada kritik,
saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa via email: frisca.43423009@mhs.polines.ac.id
Penulis atas nama Muhammad Satrio Adhy dilahirkan di Semarang,
29 Januari 2005 . Penulis telah menempuh pendidikan formal di SD Negeri Purwoyoso
03, SMP Negeri 18 Semarang, dan SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Tahun 2023
penulis menyelesaikan pendidikannya di SMA. Pada tahun 2023 penulis mengikuti
seleksi mahasiswa baru Sarjana Terapan (D4) dan diterima menjadi mahasiswa baru
Sarjana Terapan (D4) dikampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan
Program Studi D4- Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis
terdaftar dengan NIM 4.34.23.0.15. Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan
mengenai penelitian ini, bisa via email: satrio.43423015@mhs.polines.ac.id
Penulis atas nama Salsabila Chairunisa dilahirkan di Salatiga, 15 Mei 2004. Penulis telah menempuh pendidikan formal di SDIT Darul Falah Semarang, SMP Negeri 20 Semarang, dan SMK Negeri 3 Salatiga. Tahun 2023 penulis telah menyelesaikan pendidikannya di SMK. Pada tahun 2023 penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru Sarjana Terapan(D4) dan diterima menjadi mahasiswa baru Sarjana Terapan(D4) di kampus Politeknik Negeri Semarang(Polines) dengan program studi D4 Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 4.34.23.0.22 Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa via email: salsabila.43423022@mhs.polines.ac.id
VII. PRESENTASI
https://canva.link/6mh0ptdsej3mkg3
Komentar
Posting Komentar