SISTEM KEAMANAN AKSES MASUK MENGGUNAKAN RFID DAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS RASPBERRY PICO
SISTEM
KEAMANAN AKSES MASUK MENGGUNAKAN
RFID
DAN SENSOR ULTRASONIK
KELAS RE3C
KELOMPOK 5 SISTEM TERBENAM
Danu Prabowo¹, Gusti Muhammad Hairul A.², Prima Aji
Setyawan³, Wahyu Fradika⁴
Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika Jurusan
Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang 2025/2026 Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275
ABSTRAK
Perkembangan teknologi sistem
terbenam telah mendorong penerapan sistem otomatis pada berbagai bidang, salah
satunya sistem keamanan akses masuk. Sistem keamanan konvensional yang masih
menggunakan pencatatan manual sering menimbulkan antrean, membutuhkan waktu
yang lama, serta memiliki tingkat keamanan yang relatif rendah. Oleh karena
itu, diperlukan sistem yang mampu melakukan proses identifikasi pengguna secara
otomatis, cepat, dan akurat. Pada proyek ini dirancang sebuah sistem keamanan
akses masuk menggunakan Raspberry Pi Pico sebagai pengendali utama yang
diintegrasikan dengan modul RFID, sensor ultrasonik, motor servo, dan LCD. RFID
digunakan untuk melakukan identifikasi pengguna melalui kartu yang telah
terdaftar, sedangkan sensor ultrasonik berfungsi mendeteksi keberadaan objek di
depan gerbang. Raspberry Pi Pico memproses seluruh data masukan kemudian
mengendalikan motor servo sebagai penggerak palang gerbang serta menampilkan
informasi status pada LCD. Sistem bekerja secara otomatis mulai dari pendeteksian
objek, proses autentikasi kartu, hingga pembukaan dan penutupan gerbang.
Implementasi sistem menunjukkan bahwa seluruh komponen mampu bekerja secara
terintegrasi sehingga proses akses masuk menjadi lebih cepat, aman, dan mudah
dipantau.
Kata Kunci:
Raspberry Pi Pico, RFID, Sensor Ultrasonik, Motor Servo, LCD, Sistem Terbenam.
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Keamanan
akses masuk merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan area terbatas,
baik pada lingkungan perkantoran, kawasan industri, perumahan, maupun institusi
pendidikan. Sistem keamanan yang masih mengandalkan pencatatan manual memiliki
beberapa kelemahan, seperti proses verifikasi yang membutuhkan waktu lebih
lama, potensi terjadinya antrean kendaraan, serta tingginya risiko kesalahan
pencatatan. Selain itu, sistem manual juga kurang efektif dalam
melakukan pengawasan terhadap pengguna yang memiliki hak akses.
Perkembangan teknologi sistem
terbenam memungkinkan proses pengendalian akses dilakukan secara otomatis
menggunakan mikrokontroler dan berbagai sensor pendukung. Salah satu teknologi yang banyak
diterapkan adalah Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi ini
memungkinkan proses identifikasi pengguna dilakukan tanpa kontak fisik melalui
gelombang radio sehingga proses autentikasi menjadi lebih cepat dan praktis.
Untuk meningkatkan keamanan, sistem juga dapat dipadukan dengan sensor
ultrasonik yang berfungsi mendeteksi keberadaan kendaraan atau objek di depan
gerbang sebelum proses verifikasi dilakukan.
Pada
proyek ini digunakan Raspberry Pi Pico sebagai pengendali utama yang
mengintegrasikan RFID, sensor ultrasonik, motor servo, dan LCD. Raspberry Pi
Pico bertugas mengolah data dari seluruh perangkat masukan, menentukan status
akses pengguna, kemudian mengendalikan motor servo sebagai pembuka dan penutup
palang gerbang. Informasi mengenai kondisi sistem ditampilkan melalui LCD
sehingga pengguna dapat mengetahui status akses secara langsung. Dengan adanya
integrasi tersebut diharapkan sistem mampu meningkatkan efisiensi proses akses
masuk sekaligus meningkatkan tingkat keamanan area yang dijaga.
B.
Rumusan Masalah
- Bagaimana
merancang sistem keamanan akses masuk berbasis Raspberry Pi Pico?
- Bagaimana mengintegrasikan RFID, sensor ultrasonik,
motor servo, dan LCD dalam satu sistem?
- Bagaimana mekanisme verifikasi kartu RFID untuk
mengendalikan akses gerbang secara otomatis?
- Bagaimana sistem memberikan informasi status kepada
pengguna selama proses autentikasi berlangsung?
C.
Tujuan
- Merancang
sistem keamanan akses masuk berbasis Raspberry Pi Pico.
- Mengintegrasikan RFID, sensor ultrasonik, motor
servo, dan LCD dalam satu sistem otomatis.
- Mengimplementasikan proses autentikasi menggunakan
kartu RFID sebagai syarat pembukaan gerbang.
- Menampilkan informasi status sistem secara langsung
melalui LCD sehingga memudahkan pengguna dalam mengetahui hasil proses
verifikasi.
II. METODOLOGI
Metode yang digunakan dalam
perancangan sistem keamanan akses masuk ini meliputi tahap perancangan
perangkat keras, perancangan perangkat lunak, integrasi sistem, serta
implementasi. Perangkat keras yang digunakan terdiri atas Raspberry Pi Pico
sebagai pengendali utama, modul RFID sebagai pembaca kartu identitas, sensor
ultrasonik sebagai pendeteksi keberadaan objek, motor servo sebagai penggerak
palang gerbang, dan LCD sebagai media penampil informasi. Seluruh komponen
dirangkai sesuai dengan diagram blok dan skematik yang telah dirancang sehingga
dapat saling berkomunikasi melalui Raspberry Pi Pico.
Perangkat lunak dikembangkan
menggunakan bahasa pemrograman MicroPython. Program dirancang untuk membaca
data dari sensor ultrasonik dan RFID, memproses hasil pembacaan, kemudian
mengendalikan motor servo serta menampilkan informasi pada LCD. Sistem bekerja
secara berurutan mulai dari mendeteksi keberadaan objek, melakukan proses
autentikasi kartu RFID, menentukan status akses, mengendalikan gerbang,
kemudian kembali ke kondisi awal untuk menunggu pengguna berikutnya.
Setelah seluruh perangkat keras
dan perangkat lunak selesai dirancang, dilakukan proses integrasi sistem untuk
memastikan seluruh komponen dapat bekerja secara sinkron. Hasil implementasi
kemudian dianalisis berdasarkan kesesuaian fungsi setiap komponen terhadap
rancangan sistem yang telah dibuat.
III. TINJAUAN
PUSTAKA
A. Raspberry
Pi Pico
Raspberry Pi Pico merupakan papan
mikrokontroler yang dikembangkan oleh Raspberry Pi Foundation dengan
menggunakan mikrokontroler RP2040. Perangkat ini dirancang untuk aplikasi
sistem terbenam karena memiliki ukuran yang ringkas, konsumsi daya yang rendah,
serta dilengkapi pin General Purpose Input Output (GPIO) yang dapat digunakan
untuk menghubungkan berbagai sensor dan aktuator. Pada sistem ini, Raspberry Pi
Pico berfungsi sebagai pusat pengendali yang menerima data dari RFID dan sensor
ultrasonik, kemudian memproses data tersebut untuk mengendalikan motor servo
serta menampilkan informasi pada LCD.
Gambar
3.1 Raspberry Pi Pico
B.
RFID
Radio Frequency Identification (RFID) merupakan teknologi identifikasi otomatis yang memanfaatkan gelombang radio untuk membaca informasi yang tersimpan pada sebuah kartu atau tag. Setiap kartu RFID memiliki nomor identitas unik atau Unique Identifier (UID) yang digunakan sebagai identitas pengguna. Pada sistem ini, RFID Reader membaca UID dari kartu yang ditempelkan oleh pengguna, kemudian mengirimkan data tersebut ke Raspberry Pi Pico untuk dilakukan proses verifikasi. Apabila UID sesuai dengan data yang telah didaftarkan, sistem akan memberikan izin akses dan membuka gerbang.
Gambar 3.2 Modul RFID RC522
C. Sensor
Ultrasonik
Sensor ultrasonik merupakan perangkat elektronik yang digunakan untuk mengukur jarak berdasarkan waktu tempuh gelombang ultrasonik. Sensor bekerja dengan memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi melalui pin Trigger, kemudian menerima pantulan gelombang melalui pin Echo. Selisih waktu antara gelombang yang dipancarkan dan diterima digunakan untuk menghitung jarak objek. Pada sistem ini, sensor ultrasonik digunakan untuk mendeteksi keberadaan kendaraan atau pengguna di depan gerbang. Apabila objek terdeteksi pada jarak kurang dari 10 cm, sistem akan meminta pengguna melakukan autentikasi menggunakan kartu RFID.
Gambar 3.3 Sensor Ultrasonik HC-SR04
D. Motor Servo
Motor servo merupakan aktuator
yang mampu bergerak pada sudut tertentu dengan tingkat presisi yang tinggi.
Motor ini bekerja berdasarkan sinyal Pulse Width Modulation (PWM) yang
dikirimkan oleh mikrokontroler. Dalam sistem keamanan akses masuk, motor servo
digunakan sebagai penggerak palang gerbang. Servo akan membuka gerbang ketika
kartu RFID berhasil diverifikasi dan menutup kembali setelah waktu yang telah
ditentukan berakhir.
Gambar 3.4 Motor Servo SG90
E. LCD
Liquid Crystal Display (LCD) merupakan perangkat keluaran yang digunakan untuk menampilkan informasi dalam bentuk karakter maupun teks. LCD berfungsi sebagai media komunikasi antara sistem dan pengguna dengan menampilkan berbagai status, seperti "Sistem Siap", "Tempel Kartu", "Akses Diterima", "Akses Ditolak", dan "Waktu Habis". Informasi tersebut membantu pengguna memahami kondisi sistem selama proses autentikasi berlangsung.
Gambar 3.5 LCD 16×2
F. Diagram
Blok Sistem
Diagram blok sistem menggambarkan hubungan antar komponen yang digunakan pada sistem keamanan akses masuk. Raspberry Pi Pico berfungsi sebagai pusat pengendali yang menerima masukan dari sensor ultrasonik dan modul RFID. Sensor ultrasonik mendeteksi keberadaan objek di depan gerbang, sedangkan RFID Reader membaca identitas kartu pengguna. Berdasarkan hasil pembacaan tersebut, Raspberry Pi Pico menentukan status akses, kemudian mengendalikan motor servo untuk membuka atau menutup palang gerbang serta menampilkan informasi pada LCD.
Gambar
3.6 Diagram Blok Sistem
G.
Skematik Rangkaian
Skematik rangkaian menunjukkan hubungan pin antara Raspberry Pi Pico dengan seluruh komponen yang digunakan. Modul RFID dihubungkan menggunakan antarmuka SPI, sensor ultrasonik menggunakan pin Trigger dan Echo, motor servo dikendalikan melalui sinyal PWM, sedangkan LCD dihubungkan sesuai konfigurasi pin yang telah ditentukan. Seluruh koneksi dirancang agar setiap perangkat dapat berkomunikasi dengan baik selama sistem beroperasi.
Gambar
3.7 Skematik Rangkaian
H. Diagram
Alir Sistem
Diagram alir menjelaskan urutan
kerja sistem mulai dari proses inisialisasi hingga kembali ke kondisi awal.
Setelah Raspberry Pi Pico aktif, sistem melakukan pembacaan sensor ultrasonik
untuk mendeteksi keberadaan objek. Jika objek terdeteksi pada jarak yang telah
ditentukan, LCD akan menampilkan perintah agar pengguna menempelkan kartu RFID.
Selanjutnya RFID Reader membaca UID kartu dan mengirimkannya ke Raspberry Pi
Pico untuk diverifikasi. Apabila UID sesuai dengan data yang tersimpan, motor
servo membuka gerbang dan LCD menampilkan pesan bahwa akses diterima.
Sebaliknya, apabila UID tidak dikenali, sistem menolak akses dan gerbang tetap
tertutup. Setelah proses selesai, sistem kembali ke kondisi awal untuk menunggu
pengguna berikutnya.
Gambar
3.8 Diagram Alir Sistem
I. Program
|
from machine import Pin, PWM,
SPI, I2C from mfrc522 import MFRC522 from lcd_i2c import LCD import time i2c = I2C(0, sda=Pin(0),
scl=Pin(1), freq=100000) lcd = LCD(addr=0x27, cols=16,
rows=2, i2c=i2c) lcd.begin() trig = Pin(14, Pin.OUT) echo = Pin(15, Pin.IN) servo = PWM(Pin(13)) servo.freq(50) spi = SPI(0, baudrate=100000,
polarity=0, phase=0, sck=Pin(18), mosi=Pin(19), miso=Pin(16)) cs = Pin(17, Pin.OUT) rst = Pin(20, Pin.OUT) rfid = MFRC522(spi=spi,
cs=cs, rst=rst) UID_IJIN = 584188251026 def baca_uid(uid): hasil = 0 for i in uid: hasil = (hasil * 256) + i return hasil def set_servo(sudut): duty = int(((sudut / 180) * 4500) + 1500) servo.duty_u16(duty) def ukur_jarak(): trig.low() time.sleep_us(2) trig.high() time.sleep_us(10) trig.low() timeout = 30000 awal = time.ticks_us() while echo.value() == 0: if time.ticks_diff(time.ticks_us(),
awal) > timeout: return 999 mulai_pulsa = time.ticks_us() while echo.value() == 1: if time.ticks_diff(time.ticks_us(),
mulai_pulsa) > timeout: return 999 durasi = time.ticks_diff(time.ticks_us(),
mulai_pulsa) return (durasi * 0.0343) / 2 set_servo(0) print("Sistem gerbang
menyala") lcd.clear() lcd.print("Sistem
Siap") time.sleep(2) while True: jarak = ukur_jarak() #
=============================== # Tidak ada orang # =============================== if jarak > 10: lcd.clear() lcd.print("Pintu Tertutup") set_servo(0) time.sleep(0.2) continue #
=============================== # Ada orang #
=============================== lcd.clear() lcd.print("Tempel
Kartu") akses = False while True: status, tag =
rfid.request(rfid.REQIDL) if status == rfid.OK: status, uid = rfid.anticoll() if status == rfid.OK: uid_kartu =
baca_uid(uid) print(uid_kartu) if uid_kartu ==
UID_IJIN: akses = True break else: lcd.clear() lcd.print("Akses
Ditolak") set_servo(0) time.sleep(2) break time.sleep(0.1) if ukur_jarak() > 10: break # ================================== # Jika akses diterima # ================================== if akses: lcd.clear() lcd.print("Akses
Diterima") set_servo(90) print("Pintu
Terbuka") # Selama masih ada orang while ukur_jarak() <=
10: time.sleep(0.2) # Orang sudah lewat time.sleep(2) set_servo(0) lcd.clear() lcd.print("Pintu Tertutup") print("Pintu
Ditutup") time.sleep(1) |
IV. CARA KERJA
SISTEM
Sistem diawali dengan proses
inisialisasi Raspberry Pi Pico sebagai pengendali utama yang mengaktifkan
sensor ultrasonik, modul RFID, motor servo, dan LCD. Setelah seluruh perangkat
siap digunakan, sensor ultrasonik secara terus-menerus mengukur jarak di depan
gerbang. Ketika objek terdeteksi berada pada jarak yang telah ditentukan, LCD
menampilkan informasi agar pengguna menempelkan kartu RFID pada modul pembaca.
RFID Reader kemudian membaca UID
dari kartu dan mengirimkan data tersebut ke Raspberry Pi Pico. Sistem
membandingkan UID yang diterima dengan data pengguna yang telah tersimpan pada
program. Jika UID sesuai, Raspberry Pi Pico mengirimkan sinyal PWM ke motor
servo sehingga palang gerbang terbuka. LCD menampilkan pesan "Akses
Diterima" sebagai tanda bahwa pengguna diizinkan masuk. Setelah
beberapa detik, motor servo mengembalikan palang ke posisi semula sehingga
gerbang kembali tertutup.
Apabila UID yang dibaca tidak
sesuai dengan data yang tersimpan, Raspberry Pi Pico tidak memberikan perintah
kepada motor servo sehingga gerbang tetap tertutup. LCD menampilkan pesan "Akses
Ditolak" untuk memberikan informasi kepada pengguna bahwa kartu tidak
dikenali. Setelah proses selesai, sistem kembali memantau sensor ultrasonik dan
menunggu pengguna berikutnya.
V. Foto Prototype
V. KESIMPULAN
Sistem keamanan akses masuk
berbasis Raspberry Pi Pico berhasil mengintegrasikan sensor ultrasonik, modul
RFID, motor servo, dan LCD dalam satu sistem otomatis. Sensor ultrasonik
berfungsi mendeteksi keberadaan objek di depan gerbang, sedangkan RFID digunakan
untuk melakukan autentikasi pengguna berdasarkan UID kartu yang telah
terdaftar. Raspberry Pi Pico memproses seluruh data masukan kemudian
mengendalikan motor servo sebagai pembuka dan penutup palang gerbang serta
menampilkan informasi status melalui LCD.
Integrasi seluruh komponen
menghasilkan sistem yang mampu melakukan proses identifikasi pengguna secara
otomatis sehingga akses masuk menjadi lebih cepat, praktis, dan aman. Sistem
ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan basis data pengguna,
koneksi Internet of Things (IoT), notifikasi berbasis aplikasi, serta
pencatatan riwayat akses secara otomatis untuk meningkatkan fungsionalitas dan
keamanan sistem.
VI. REFERENSI
Banzi, M., & Shiloh, M.
(2022). Getting
Started with Arduino
(4th ed.). Maker Media.
Horowitz,
P., & Hill, W. (2015). The Art of Electronics (3rd ed.). Cambridge
University Press.
MFRC522.
(2024). MFRC522 RFID Reader Datasheet. NXP Semiconductors.
Monk,
S. (2020). Programming Raspberry Pi Pico in MicroPython. McGraw-Hill
Education.
NXP
Semiconductors. (2024). MFRC522 Standard Performance MIFARE and NTAG
Frontend Datasheet. https://www.nxp.com/
Raspberry
Pi Foundation. (2024). Raspberry Pi Pico Documentation. https://www.raspberrypi.com/documentation/microcontrollers/
Raspberry
Pi Foundation. (2024). RP2040 Datasheet. https://datasheets.raspberrypi.com/
Singh,
R., & Sharma, A. (2022). Smart access control system using RFID technology
and embedded systems. International Journal of Engineering Research and
Technology, 11(5), 215-221.
SparkFun
Electronics. (2024). HC-SR04 Ultrasonic Sensor Hookup Guide. https://learn.sparkfun.com/
Valvano,
J. W. (2017). Embedded Systems: Real-Time Interfacing to ARM Cortex-M
Microcontrollers. CreateSpace Independent Publishing Platform.
VII.
LAMPIRAN
LINK PPT :
LINK YOUTUBE :






Komentar
Posting Komentar